Nasional

Banser Dibully Karena Tidak Berangkat ke Papua

Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang dikenal luas dengan slogan NKRI Harga Mati tak luput dari sasaran provokasi pasca kerusuhan pecah di Papua dalam tiga hari terakhir. Sejumlah pertanyaan bernada mengejek dialamatkan kepada Banser, kenapa tidak berangkat ke Papua.

Medsos Terhadap Banser

Di media sosial Banser dibully kenapa tidak berangkat ke Papua. Sampai Ketum PP Ansor pun tak luput dari sasaran berita hoaks bahwa Ansor tidak terjun ke Papua karena tidak ada anggaran dari pemerintah. Bukan pertama kali ketika ada isu Papua, Banser dibenturkan,” terang Muhammad Ulil Amri, Ketua PC GP Ansor Kendal, hari ini (22/8).

Dikatakannya, Banser tetap siap menjaga NKRI dalam situasi apapun. Namun semuanya ditempuh dalam koridor negara hukum dan dilakukan secara terukur berdasarkan komando dari pimpinan di atasnya, imbuhnya.

“Jadi, kalau sahabat-sahabat menemukan provokasi demikian di medsos, sekali lagi jangan terpancing. Papua adalah bagian dari NKRI dan karenanya warga Papua adalah kita,” tegas tokoh muda NU yang namanya muncul di urutan teratas polling online bakal calon Bupati Kendal.

Menurut Ulil, Pimpinan Pusat Ansor telah menginstruksikan seluruh jajaran pengurus agar menempatkan Banser di asrama mahasiswa Papua. Tujuannya untuk memberikan rasa aman bagi para mahasiswa Papua yang sedang belajar di luar daerah dan sekaligus untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diharapkan.

NKRI Harga Mati

Senada, Misbahul Munir Sekretaris PC Ansor mengatakan kecintaan kader Ansor terhadap NKRI tak harus menunggu pengakuan dari pihak lain.

Dikatakannya, dalam momen peringatan kemerdekaan RI ke-74 ini, semua jajaran pengurus dari tingkat cabang hingga ranting berbaur dengan pemangku kepentingan terkait menyemarakkan kegiatan.

“Wujud bhakti kami pada kiai dan ulama sebagai panutan kami itu dengan menjaga bangsa ini agar tetap utuh. HUT Kemerdekaan menjadi momentum bagi kita bersama untuk merefleksikan kembali semangat dari para pendahulu kita,” lanjutnya.

Untuk konsolidasi kader, kata Misbah, pihaknya pada akhir bulan ini akan menggelar kemah kebangsaan. Menurut Misbah kemah kebangsaan ini untuk meningkatkan kapasitas para kader agar lebih dinamis, loyal dan militan dalam mengembas tugas. Sekaligus akan diadakan latihan gabungan (Latgab) Banser khusus Kepala Satuan dari tingkatan Ranting dan Kecamatan se Kabupaten Kendal yang pembaiatannya akan dilakukan oleh Panglima Besar Banser Habib Luthfi bin Aly Bin Yahya dari Pekalongan, pungkas Misbah.