Politik Trendings

Jakarta Menjadi New York Bagi Indonesia

PortalSumber – Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf menyebutkan, dengan perubahan Jakarta kedepannya sebagai pusat ekonomi dan bisnis, dapat dibilang sebagai New York di Indonesia.

“Nanti Jakarta akan kehilangan beban, akan membuat kita semakin dinamis. Jakarta itu akan menjadi seperti New York seperti Sydney,” kata dia, saat ditemui di Menara Batavia, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Selain itu, dia mengingatkan bahwa proses pemindahan ibu kota tidak dapat dilakukan secara lansung. Untuk betul-betul memindahkan seluruh aktivitas pemerintahan ke wilayah baru membutuhkan waktu yang tidak cepat.

“Mindahin Ibu kota tuh gak akan cepat. Paling cepat 3 sampai 5 tahun masih berkembang. Inget Putrajaya. Bahkan kalau enggak salah Canberra itu 30 tahun pindah dari Sydney dan di Amerika pindah terus setiap 2 tahun dulu di awal-awal sebelum akhirnya dipindahin ke Washington DC,” kata Triawan.

Ketua Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng juga satu nada dengan pemindahan ibukota, karena menurutnya ibu kota sudah perlu dipindahkan. Menurutnya Jakarta sudah sangat padat, sehingga tidak perlu menunggu lama lagi ibu kota pindah ke wilayah Kalimantan Timur.

“Masyarakatnya sudah padat di Jakarta. Jadi jangan kita membuat sesuatu itu dalam keadaan kita sudah sesek-sesekan. Kita sudah sesak sesak napas baru kita lakukan,” ujar Mekeng, Selasa (27/8/2019).

Mekeng juga menambahkan, setelah ibu kota pindah, Jakarta bisa kembali ditata menjadi sebuah pusat bisnis. Dia memberikan beberapa kota besar seperti kota Sydney, Australia dan New York, Amerika Serikat. Supaya, Jakarta menjadi lebih kondusif sebagai pusat ekonomi negara.