Kesehatan Nasional

Alternatif yang Dapat Dipertimbangkan Ketika Iuran BPJS Melonjak Naik

PortalSumber – Iuran BPJS Kesehatan mengalami kenaikan digadang pemerintah, dimana hal ini merupakan buntut dari defisit sekitar Rp 3T yang saat ini sedang terjadi di Program BPJS ini. Ada dua alternatif lain ini bisa dipertimbangkan untuk mencari jalan keluar ketika iuran BPJS harus dinaikkan.

Naiknya iuran BPJS Kesehatan ini dianggap dapat memberatkan masyarakat kalangan bawah. Jika pun iuran tersebut jadi naik, hal tersebut juga diharapkan dapat seimbang dengan layanan-layanan yang dijanjikan dalam program tersebut.

Menurut dokter bedah onkologi di RS MMC dr Farida Briani Sobri, SpB(K)Onk, Indonesia dapat menerapkan solusi obat biosimilar. Obat ini dapat bekerja mirip seperti obat bermerek layaknya trastuzumab yang dapat bermanfaat bagi penderita kanker payudara HER2+ dengan harga yang lebih dapat dijangkau oleh penderita.

“Ada support secara birokrasi dan politis di situ. Okelah trastuzumab harganya mahal, tapi sebetulnya ada banyak hal lain yang bisa dihemat,” ujar dr Farida.

Selain pengadaan obat biosimilar yang pertama tadi, menurut konsultan hematologis dan onkologi medis RS Kanker Dharmais dr Ronald A. Hukom, SpPD-KHOM, Indonesia dapat memperhitungkan prosedur cost sharing seperti yang pernah diterapkan dulu pada saat masa ASKES,

Prosedur cost sharing merupakan sebuah prosedur dalam memberi bantuan jaminan kesehatan berdasarkan kemampuan finansial pasien. Sehingga biaya kesehatan tidak sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah sendiri. Prosedur ini juga sudah diterapkan di negara tetangga seperti, Singapura.

“Cost sharing saat ini mungkin yang paling tepat. Caranya bagaimana ya sebenarnya pengalaman sudah ada,” jelas dr Ronald.