Daerah

P-APBD Sumut Gagal, Gubernur Edy Rahmayadi Mengadakan Makan Malam dengan DPRD di Restoran Mewah

Setelah gagalnya Ranperda APBD Perubahan tahun anggaran 2019, beredar kabar Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melakukan lobi dengan anggota dewan untuk menggelar rapat.

Pertemuan sekaligus jamuan makan malam antara pemerintah dengan dewan yang diberlangsungkan secara tertutup di Hotel Grand Aston, Jalan Balaikota, Kota Medan.

Anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan mengatakan, bahwa pertemuan ini dilakukan dengan cara yang kurang tepat. Sebab, menurutnya pertemuan dilakukan untuk membahas kegagalan Ranperda APBD-P 2019.

Ia mengatakan, satu persatu anggota dewan dikabari melalui sambungan telepon genggam untuk bisa menghadiri acara pembahasan tersebut.

Kegagalan sidang paripurna dalam rangka pengambilan keputusan bersama tentang Ranperda APBD Perubahan TA.2019 diyakini sebagai salah satu alasan “dinner eksklusif”. Keputusan untuk menyerahkan pengesahan APBD P TA.2019 kepada Menteri Dalam Negeri sudah memenuhi semua ketentuan yang berlaku.

Politisi Partai PDI-Perjuanhan ini mengaku tidak ada jalan lain bagi Gubernur dan DPRD selain mematuhi PP No.12 Tahun 2018 Tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota.

Pasal 97 Ayat (5) Apabila setelah penundaan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) kuorum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum juga terpenuhi, terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b untuk menetapkan APBD, rapat tidak dapat mengambil keputusan dan penyelesaiannya diserahkan kepada Menteri untuk provinsi dan kepada gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat untuk kabupaten/kota. Jamuan makan malam tidak dapat mengubah keputusan sidang paripurna yang telah memutuskan mematuhi ketentuan tersebut.

Nuansa politis dinner ini semakin jelas pasca beredarnya soft copy jadwal kegiatan DPRD perubahan kedua bulan September 2019.