Nasional

Tersangka Kasus Diskriminasi Papua Mengucapkan Permintaan Maaf

PortalSumber – Tersangka kasus dugaan diskriminasi Papua, Samsul Arifin mengungkapkan permohonan maafnya untuk seluruh warga masyarakat di Papua. Ia mengaku menyesali perlakuannya mengeluarkan perkataan rasis pada saat aksi pengepungan Asrama Mahasiswa Papua.

“Penahanan itu sebenarnya yang paling utama adalah untuk memudahkan proses penyidikan (penyusunan berita acara pemeriksaan) lanjutan agar perkaranya dapat segera dilimpahkan ke Kejaksaan,” jelas Brigjen Pol Toni Harmanto.

Sementara itu Samsul Arifin mengaku diluar kendali pada saat itu karena terbawa suasana panas di sekitarnya. “Kepada seluruh saudara-saudaraku yang berada di Papua, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, apabila perbuatan yang tidak menyenangkan itu membuat saudara-saudaraku gusar dan marah,” ujar Samsul.

Samsul juga mengaku telah membuat surat pernyataan atas permohonan maaf tersebut. Kini, surat itu ada pada penasihat hukumnya.

“Surat pernyataan saya sudah di pengacara. Nanti bisa dikonfirmasi,” Jawab Samsul Arifin. Ia tidak ingin memberikan komentar terkait status barunya sebagai tersangka karena kewenangan ada di tangan penyidik.

“Saya ingin mohon maaf saja kepada saudara-saudaraku warga Papua,” ujarnya singkat.