Nasional Trendings

Tanggapan KPAI Atas Trending Tagar ‘bubarkanKPAI’ di Twitter

PortalSumber – Tagar untuk ‘bubarkanKPAI’ marak di Twitter. Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty menjelaskan dampak tingkat keterpaparan rokok pada anak dan hasil survei terkait Djarum.Netizen menggaungkan #bubarkanKPAI di Twitter terkait dihentikannya audisi bulutangkis PB Djarum.
Apa tanggapan KPAI?”Saya tidak mengerti logikanya ke mana? Mereka bisa jadi tidak mendapatkan pengetahuan yang sama dengan kita, atau informasi yang ditangkapnya itu terpotong-potong,” kata Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty menanggapi trending #bubarkanKPAI di Purwokerto.

Yang kita minta yaitu hanya untuk turunkan brand image, brand color, logo-logo seperti itu.
Ketika itu diturunkan, berati dia mematuhi kepada peraturan yang ada.
Kalau peraturannya dipatuhi, sebenarnya KPAI tidak salah,” ucapnya beliau.

Tetapi pada mereka yang mengidolakan atlet dan melihat ini bersahabat dengan produk rokok,” kembali ujarnya.Dari hasil penelitian kesehatan dasar, tingkat keterpaparan rokok pada anak pemula untuk merokok tahun 2013 sebesar 7,2%.
Salah satunya akibat karena promosi produk rokok.”Pada 2018 tingkat keterpaparan menjadi 9,1%.
Kenapa baru sekarang? Karena kami menunggu hasil riset kesehatan.
Setiap promosi yang melibatkan anak akan berdampak.” Selain itu, pihaknya juga telah melakukan survei kepada anak-anak yang dilakukan di 28 provinsi dengan pertanyaan yang ada di benak anak-anak terkait Djarum.”Kita juga menanyakan kepada anak-anak untuk meyakinkan survei yang dilakukan di 28 provinsi, dengan pertanyaan kalau ada statement Djarum apa yang ada dalam benak kalian? 1 persen anak mengatakan jika Djarum itu jarum jahit, 31 persen mengatakan bahwa Djarum dalam konteks itu adalah audisi beasiswa bulutangkis dan 68 persen ini mengatakan rokok.
Kami juga kemarin mengatakan kepada anak-anak tersebut dalam pikiran dan hanya terbatas di tiga itu secara random,” pungkasnya kembali.