Nasional Politik

Pendapat Kadin Masalah Kenaikan Cukai Rokok

PortalSumber – Pemerintah akan menaikkan tarif baru cukai mulai 1 Januari 2020. Kenaikan tersebut menyebabkan harga jual eceran rokok membengkak hingga 35 persen.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosan P Roeslani melihat dampak kenaikan cukai rokok ini dari tiga sisi, yakni dari segi konsumen, produsen, dan kesehatan.

“Tentunya kan di satu sisi kalau dari produsen rokok menyatakan mereka sudah memberikan distribusi yang cukup besar untuk pajaknya,” kata Rosan.

Tapi di sisi lain, dia juga memandang kehadiran inovasi seperti vape bakal mengancam eksistensi rokok batangan yang selama ini beredar di pasaran. “Tapi di satu sisi ini juga kan ada perkembangan dari (produk) rokok seperti vape dan segala macam. Itu juga akan menggerus pasar-pasar mereka,” ungkap dia.

Kenaikan cukai rokok dapat berimbas terhadap pengurangan jumlah konsumennya akan baik bagi non-perokok. Namun begitu, Rosan menanggapi kenaikan cukai rokok juga akan memberikan sumbangan besar bagi perpajakan.

“Ini semua kalau dari saya, karena saya tidak merokok, ya memang lebih banyak yang tidak merokok akan lebih baik. Tapi di satu sisi kita hormati juga yang masih mau merokok. Sumbangan ke perpajakannya juga tinggi. Yang penting dicari keselarasan dan keseimbangannya saja,” tandasnya.