Kriminal Trendings

Akibat Ulah Istri di Media Sosial Tiga Prajurit TNI Menerima Sanksi

PortalSumber – Penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Jenderal TNI Purnawirawan Wiranto di Jakarta beberapa hari lalu oleh dua terduga teroris yang diduga merupakan “pasangan suami istri” ternyata telah mengakibatkan tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia menerima sanksi akibat ulah istri mereka di media sosial.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa di Jakarta mengungkapkan bahwa seorang perwira menengah TNI AD berpangkat Kolonel telah dicopot dari jabatannya sebagai Komandan Komando Distrik Militer Kendari Sulawesi Tenggara akibat komentar sang istri yang sama sekali tidak pantas terhadap Menko Polhukam Wiranto.

Jenderal Andika hanya menyebut inisial atau nama singkat sang kolonel sebagai HS. Namun pada akhirnya masyarakat di seluruh Tanah Air tahu bahwa HS itu adalah singkatan nama Kolonel Hendi Suhendi. Pada hari Sabtu pagi lalu, Kolonel Hendi telah menyerahterimakan jabatannya kepada Kolonel TNI Alamsyah.

Kasad bahkan mengungkapkan bahwa Kolonel Hendi juga ditahan selama 14 hari. Selain sang kolonel, ternyata ada pula seorang sersan dua TNI Angkatan Darat yang juga diperkarakan. Kemudian ada pula seorang prajurit TNI Angkatan Udara dari Surabaya, Jawa Timur, yang juga “mengalami nasib yang sama” akibat perbuatan tidak terpuji istri mereka yang berkomentar tidak pantas di media sosial.

Istri Kolonel Hendi Suhendi berkomentar tentang penusukan Jenderal Wiranto dengan mengatakan bahwa Menko Polhukam jangan cemen. Kata itu dalam bahasa anak muda sekarang artinya adalah cengeng.