Nasional Politik

Mayjen TNI Dr dr Terawan Agus Putranto Akan Diangkat Presiden Jokowi Pada Kabinetnya Kali Ini

PortalSumber –   Mayjen TNI Dr dr Terawan Agus Putranto Sp.Rad(K) menjadi satu-satunya dokter yang dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana dalam momen “perkenalan” kabinet menteri.

Dia menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo menugaskannya sebagai Menteri Kesehatan.

Nama dr Terawan tak lagi asing di kalangan publik lantaran inovasinya tentang metode “cuci otak” yang telah terbukti menyembuhkan banyak pasien stroke, ditambah lagi ramai diberitakan media-media nasional karena pernah diisukan dipecat oleh PB Ikatan Dokter Indonesia.

Dokter kelahiran Yogyakarta 5 Agustus 1954 tersebut merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada yang kemudian mengabdi menjadi dokter TNI AD dan menjabat Kepala RS Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto sejak 2015-2019.

Presiden Joko Widodo sebelumnya berkali-kali mengatakan tidak ingin para menteri melakukan hal yang monoton dan sekadar menjalankan rutinitas. Dr Terawan sudah berbekal inovasi ciptaannya sendiri sebelum didapuk sebagai Menteri Kesehatan secara resmi besok.

Dr Terawan juga merupakan dokter kepresidenan di pemerintahan Joko Widodo. Dia pernah ditugasi oleh Presiden Joko Widodo untuk merawat mendiang Ani Yudhoyono, istri dari Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, sebelum meninggal karena kanker darah di Singapura. Dr Terawan juga turut memantau kondisi kesehatan Presiden Ketiga RI BJ Habibie saat dirawat di RSPAD sebelum wafat.

Terawan datang ke Istana memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo saat petang. Dirinya mengaku berdiskusi mengenai persoalan BPJS Kesehatan dan kekerdilan pada anak atau stunting.

Dirinya menyatakan akan melepas semua jabatannya untuk berfokus mengurusi masalah kesehatan bangsa Indonesia. Terawan akan pensiun sebagai anggota TNI dan mengundurkan diri dari Kepala RSPAD Gatot Subroto.

Dr Terawan melanjutkan kiprah Mayjen TNI Prof Dr Satrio yang menjabaat sebagai Menteri Kesehatan di era Presiden Soekarno sejak 1959 hingga 1966.