Daerah Politik

Pelantikan Pemimpin DPRD Sibolga Banyak Terjadi Insiden

PortalSumber –  Pelantikan pimpinan DPRD kota Sibolga periode 2019-2024 diwarnai dengan insiden yang mengundang perhatian dari tamu dan undangan serta awak media yang memenuhi ruang sidang Paripurna DPRD kota Sibolga kemarin.

Sebanyak tiga orang anggota DPRD Sibolga dari Partai Perindo, Mandapot Pasaribu, Selfi Kristian Purba, Herman Sinambela melakukan interupsi terkait tidak ikutnya dilantik Wakil Ketua DPRD dari Partai Perindo.

Tanda-tanda akan adanya insiden dalam pelantikan pimpinan DPRD Sibolga itu sudah terlihat sejak sidang Paripurna hendak dimulai.

 KetikaKetua DPRD Sibolga sementara, Ahmad Syukri membuka sidang, Mandapot Pasaribu yang diusulkan Partai Perindo sebagai Wakil Ketua DPRD Sibolga langsung melakukan interupsi. Mandapot mempertanyakan kenapa mereka tidak diundang dalam acara pelantikan pimpinan DPRD Sibolga itu.

Ahmad Syukri pun meminta agar acara pelantikan terus dilanjutkan, dan terkait tidak diundangnya anggota DPRD dari Partai Perindo agar didiskusikan nanti dimana masalahnya.

Setelah mendapat perintah dari pimpinan sidang, Sekretaris Dewan Richard M Pangaribuan membacakan SK Gubernur Sumatera Utara. Dan saat itu juga, Mandapot Pasaribu kembali melakukan interupsi dan meminta penjelasan kenapa mereka tidak diundang dan tidak ikut dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD Sibolga.

Aksi protes yang dilakukan Madapot tidak direspon karena acara sidang sudah dibuka dan sudah pada tahap pembacaan SK Gubernur. Karena tidak mendapat tanggapan, Mandapot beranjak dari tempat duduknya dan langsung maju ke podium tempat Sekwan membacakan SK sembari mencabut mikrofon dari hadapan Sekwan.

Aksi mencabut mikrofon yang dilakukan anggota DPRD dari Perindo itu tidak menghalangi proses pelantikan.

Ketua PN Sibolga Martua Sagala mengambil sumpah dua orang pimpinan DPRD Sibolga, yaitu Ahmad Syukri sebagai Ketua DPRD Sibolga dari Partai NasDem, dan Jamil Zeb Tumori Wakil ketua DPRD dari Partai Golkar.

Mandapot juga terus melakukan interupsi, dan menunjukkan berkas gugatan kepada Ketua Pengadilan Negeri Sibolga, dengan harapan agar gugatan yang dilakukan Partai Perindo mendapat pertimbangan dari Ketua PN Sibolga.

Upaya yang dilakukan Mandapot Pasaribu bersama rekannya Selfi Kristian Purba tidak membuahkan hasil, dan acara pelantikan berlangsung sampai selesai. Sedangkan Mandapot dan Selfi memilih keluar dari ruang sidang Paripurna.