Trendings

Unsur Radikalisme Bukan Berasal Dari Tanah Arab

Portalsumber – Radikalisme bukan berasal dari tanah Arab khususnya Arab Saudi. Hal ini langsung disampaikan oleh Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia Esam A. Abid Athagafi yang juga menegaskan bahwa paham radikalisme tak ada hubungannya dengan ajaran Islam sama sekali.

“Media asinglah yang mengopinikan bahwa radikalisme diimpor dari Saudi, dan ini sama sekali tidak benar,” ungkapnya.

Dikatakannya, setiap tahun tedapat jutaan Muslim di seluruh dunia mengunjungi Saudi untuk melaksanakan haji dan umrah, dan tidak ada indikasi mereka membawa radikalisme.

“Jika pun ditemukan hal tersebut, itu tidak mewakili seluruh Muslim atau ajaran Islam,” jelasnya.

Menurutnya Pemerintah Kerajaan Arab Saudi bahkan memiliki pusat pemberantasan radikalisme di Perserikatan Bangsa Bangsa baik untuk menghadapi ancaman paham tersebut di tingkat lokal maupun internasional.

Berkaitan dengan Habib Rizieq Shihab yang hingga kini masih berada di Arab Saudi, Duta Besar Esad menekankan bahwa pemimpin Front Pembela Islam (FPI) tersebut merupakan warga negara Indonesia.

“Karenanya, Kedutaan Besar RI di Riyadh yang mengetahui betul bagaimana keadaan Habib Rizieq Shihab,” tegasnya.

Dia menjelaskan bahwa Habib Rizieq datang ke Saudi dengan menggunakan visa umroh dan telah melewati masa berlaku atau “overstay”.

“Kami tahu bahwa banyak warga negara Indonesia yang datang ke Habib Rizieq. Tapi dia adalah warga negara Indonesia sehingga berada di bawah pengawasan Kedutaan Besar RI,” tutupnya.