Daerah Entertainment Trendings

Ini Penjelasan TP4D Kejari Simalungun Terkait Proyek Pengerasan Jalan Simarimbun- Sidamanik

PortalSumber- Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun, yang diketuai Rudi Sagala SH MH, bersama anggota, Augus Vernando Sinaga SH, Indri Wirdya SH dan Ade Jaya Ismanto SH, telah meninjau proyek peningkatan jalan (hotmix) Simarimbun-Sidamanik untuk pengukuran volume dan pengetesan dengan cara dicor, di Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, baru-baru ini.

Demikian dikatakan Rudi Sagala, ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (15/11/2019).

Lanjutnya, TP4D melakukan peninjauan proyek tersebut, bersama ahli dari Politeknik Negeri Medan, Koster Sirait.

Peninjauan tersebut, katanya, merupakan termin kedua. Pertama dalam kondisi pelaksanaan proyek 0 hingga 40 persen. Kemudian termin kedua, yakni pengerjaan proyek dalam kondisi 50 hingga 70 persen, jelasnya. Peninjauan termin ke tiga dalam kondisi 80 hingga 100 persen, tambah Rudi.

Untuk sementara, lanjutnya, sudah ada 9 paket pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Simalungun yang ditinjau TP4D Kejari Simalungun.

Untuk melakukan peninjauan, pengukuran dan pengetesan pekerjaan hotmix, bersama dengan ahli dan pihak PU (Pekerjaan Umum), katanya lagi.

Setelah ahli melakukan pengukuran proyek pengerasan jalan, ada ditemukan kekurangan volume pekerjaan Simarimbun- Sidamanik, ungkapnya.

Untuk itu, kata Rudi Sagala, TP4D sudah membuat rekomendasi (teguran) kepada pihak PU untuk segera memperbaiki pekerjaan dan menyurati Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk tidak melakukan pembayaran, sebelum pekerjaan diperbaiki pihak pelaksana pekerjaan.

“Kita masih menunggu hasil, terkait pengambilan contoh ketebalan aspal oleh ahli untuk diuji di laboratorium Politeknik Negeri Medan,” tambah Rudi.

Menurut Rudi, pelaksanaan ceking phisik pekerjaan proyek akan dijadikan TP4D, sebagai bahan dalam membuat PHO (Professional Head Over), terkait penentuan selesainya (finishing) atas pekerjaan proyek tersebut.

Rudi menambahkan, ada tiga penilaian dalam pelaksanaan finishing pekerjaan proyek, yakni tepat sasaran, tepat mutu dan tepat waktu.

“Seluruh sample (contoh) aspal yang diambil akan diuji di laboratorium oleh ahli, apakah pekerjaan proyek sudah sesuai dengan bestek yang ada didalam kontrak kerja. Jadi kita masih menunggu hasil uji laboratorium,”ucapnya.