Ekonomi Entertainment Trendings

Masih Menunggak, Puluhan Pedagang Pasar Aur Kuning Bukittinggi Diberi SP 3

Sekitar lima puluhan lebih pedagang Pasar Aur Kuning Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) diberi Surat Peringatan ketiga (SP3) karena tidak menuntaskan kewajiban pembayaran retribusi yang sudah lebih dari tiga bulan, bahkan sampai enam bulan, Kamis (19/12/2019).

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Bukittinggi M Idris mengatakan jika sebenarnya persoalan terkait retribusi telah diatur dalam Undang-undang dan disesuaikan dengan Perda Bukittinggi no 15 dan 16 tahun 2013 tentang retribusi.

“Dan jika masih tidak dilunasi akan disegel, hal itu sesuai dengan Perda no 22 tahun 2004 tentang penyegelan. Sedangkan tatacara pembayaran tarif retribusi juga telah diatur dengan Perwako no 36 tahun 2009 dan disesuaikan dengan Undang-undang no 28 tahun 2009 tentang pajak dan restribusi,” jelasnya.

Ia menerangkan pemberian SP 3 kepada pedagang tersebut bukanlah lanjutan dari kasus penyegelan yang terjadi sebelumnya, melainkan kasus baru. Jadi untuk kasus sebelumnya sudah tuntas pada Senin (16/12/2019) kemarin. Dimana semua pedagang yang tokonya disegel telah melunasi semua hutang retribusinya.

Dari 1.650 pedagang yang wajib membayar retribusi di Pasar Aua Kuning, 180 pedagang diantaranya terkena SP 3. Dari 180 pedagang yang terkena SP 3 itu, 66 itu tidak mau membayar. Hingga akhirnya keputusan tegas diambil untuk dilakukan penyegelan.

Pada saat penyegelan beberapa waktu yang lalu itu, beberapa pedagang kemudian dengan inisiatif secara berangsur-angsur melunasi tunggakan retribusinya, hingga tinggal tiga pedagang yang masih membandel. Dari tiga orang tersebut, akhirnya kemudian melunasi juga tunggakan pada Senin kemarin.

“Jadi semuanya sudah membayar retribusinya, baik itu membayar lunas maupun ada yang membayar separoh dan berjanji akan melunasinya pada akhir Desember ini,” katanya.