Kesehatan Nasional Trendings

Moms, Kenali Tanda Nyeri Haid yang Normal dan Abnormal

Sakit perut ketika haid menjadi keluhan umum yang dialami wanita. Nyeri area perut bagian bawah ini, biasanya datang menjelang dan pada hari pertama hingga ketiga menstruasi, sehingga bisa membuat Anda tak nyaman untuk beraktivitas.

Menurut dr. Thomas Chayadi, Sp.OG, nyeri haid atau dismenorea, biasanya gejala yang dirasakan adalah kram yang terpusat di perut bawah, dan kadang disertai nyeri pinggang. Kabar baiknya, nyeri ini akan berkurang semakin bertambah usia, Moms.

Ilustrasi, Nyeri, Menstruasi
Ilustrasi nyeri saat menstruasi.

“Tapi bila nyeri masih Anda rasakan, kemungkinan ada faktor lain. Di antaranya indeks massa tubuh (BMI) kurang dari 20 alias tubuh terlalu kurus, menstruasi pertama yang muncul sebelum usia 12 tahun, interval menstruasi yang panjang, pendarahan yang berlebihan, serta gaya hidup yang tak sehat,” kata dokter yang praktik di RS Pondok Indah – Puri Indah, Jakarta ini.

Perlu diketahui nyeri haid terbagi menjadi yang normal dan sebaliknya. Karenanya Anda perlu waspada karena nyeri haid yang tidak normal bisa jadi pertanda gangguan kesehatan lainnya. Lantas, apa tanda nyeri haid yang normal dengan yang tidak?

Ilustrasi sakit perut.
Ilustrasi sakit nyeri haid.

Secara umum, nyeri haid dibagi menjadi dua yakni nyeri primer yang berhubungan dengan siklus ovulasi dan berasal dari kontraksi rahim, tanpa penyakit atau tidak ditemukan adanya kelainan. Sedangkan nyeri sekunder berhubungan dengan penyakit di daerah panggul seperti endometriosis, ademonionis, dan mioma uteri.

Nyeri haid primer biasanya diakibatkan karena kurangnya suplai darah pada otot rahim yang disebabkan kontraksi otot rahim yang memanjang. Dan kram haid ini timbul dengan intensitas yang berbeda di bawah perut, namun konsisten dan normal terjadi saat menstruasi.

Sedangkan nyeri sekunder, perlu Anda waspadai. Sebab berhubungan dengan penyakit di daerah panggul seperti endometriosis. Biasanya gejala yang dirasakan adalah intensitas nyeri yang semakin meningkat, bisa terjadi pada pertengahan siklus atau selama haid.

Perempuan, menstruasi
Ilustrasi sakit karena haid

“Endometriosis yang muncul pada rektum bisa mengakibatkan nyeri saat buang air besar, sementara bila tumbuhnya di dalam vagina bisa menyebabkan rasa nyeri saat berhubungan. Sedangkan pada kelainan akibat mioma, nyeri disebabkan oleh haid yang berlebih dan intensitasnya berhubungan dengan volume aliran (darah) haid,” katanya.

Lalu, kapan harus menghubungi dokter?

Sebaiknya bila Anda mengalami keluhan seperti nyeri yang hebat di daerah panggul, intensitas nyeri yang meningkat, Anda merasakan nyeri selama menstruasi tanpa henti atau selama satu minggu, dan mengalami sakit ketika berhubungan intim, segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan.