Nasional Trendings

Wilayah Pematangsiantar Masih Aman dari Hog Cholera dan ASF

Temuan bangkai babi di Sungai Bah Na Sorma, Kecamatan Marihat membuat warga penasaran. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pematangsiantar memastikan bangkai babi itu bukan dari peternakan warga di Pematangsiantar.

“Kita belum bisa mengetahui jika bangkai itu terkena Hog Cholera atau ASF. Karena sejauh ini Pematangsiantar masih aman dari virus itu,” kata Kadis Ketahanan Pangan, Ali Akbar, Jumat (20/12/2019).

Melalui Kabid Peternakan, dijelaskan kondisi Pematangsiantar saat ini masih aman dari virus Hog Cholera dan demam Babi Africa atau ASF.

“Mungkin bangkai babi itu ada yang membuang dari Kabupaten Simalungun sana. Bukan dari peternakan warga di Pematangsiantar ini, itu,” ujarnya.

“Hasil pantauan kita dari Peternakan warga di Pematangsiantar belum ada terkena virus. Jadi tindakan kita melakukan himbauan supaya beternak dengan baik dan sehat,” katanya.

Diduga, selain Hog Cholera, ada lagi virus ASF lebih ganas menyerang ternak berkaki empat itu. Hasil penelitian sementara, kedua jenis virus sudah tertular di 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumut.

Dijelaskan, kedua jenis virus ini hampir sama menyerang ternak. Hasil penelitian juga disebutkan virus menular dari pakan yang dibawa melalui pesawat, dari luar negeri, seperti daerah China dan Vietnam.

“Tapi, untuk indikasi di Kota Pematangsiantar kita masih aman. Jadi kalau pun ada misalnya di sungai Bah Na Sorma itu, sepertinya itu dari Simalungun di hanyut kan,” jelasnya.

Selama tidak ada penularan ternak babi dari luar wilayah Pematangsiantar, ternak babi milik warga dipastikan masih aman.

“Kalau dari pantauan kita, Siantar masih aman. Mudah-mudahan sampai sekarang aman lah,” imbuhnya.

Dalam melakukan antisipasi, pihaknya juga memberi himbauan agar ternak untuk dikonsumsi adalah ternak yang sehat, bukan ternak yang terindikasi virus Hog Cholera dan ASF.