Ekonomi Trendings

Dewas dan Pimpinan KPK Ditantang Tuntaskan Kasus BLBI dan Century

Dewan Pengawas (Dewas) dan Pimpinan KPK resmi menjabat hingga tahun 2023. Banyak pihak yang sempat meragukan keberadaan Dewas, sebab dinilai akan melemahkan kinerja KPK. Belum lagi penolakan terhadap pimpinan KPK yang dianggap memiliki rekam jejak bermasalah.

Untuk menjawab keraguan tersebut, Dewas dan Pimpinan KPK ditantang untuk membuat gebrakan di awal kepemimpinannya, yakni menuntaskan perkara-perkara besar.

Ketua DPP PKS, Indra, mengatakan kasus besar pertama yang perlu dituntaskan ialah perkara BLBI. Diketahui dalam perkara BLBI, KPK telah menetapkan pemilik BDNI, Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim, sebagai tersangka.

Namun keduanya selalu mangkir ketika dipanggil penyidik. Pada akhirnya suami istri itu ditetapkan sebagai buronan.

“Saya pribadi concern dari dulu ada sebuah korupsi besar di negeri ini, kasus BLBI yang itu merugikan rakyat, yaitu perampokan berencana, perampokan memperkaya orang, dan dampaknya kita semua,” kata Indra dalam diskusi Polemik Trijaya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12).

“Kalau mereka (Dewas dan Pimpinan) bisa melakukan tindakan itu, ini menjawab beberapa hal,” ucapnya.

LIPSUS, Anggota Dewan Pengawas KPK
Anggota Dewan Pengawas KPK saat acara serah terima jabatan dan pisah sambut Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Hal yang sama diutarakan politikus Gerindra, Hendrasam. Ia mengatakan sebenarnya banyak sekali tunggakan kasus, khususnya di masa lalu, yang harus dituntaskan KPK jilid V. Ia menyebut salah satunya kasus Century.

“Kasus Century itu sangat-sangat terang benderang, kami sebagai pengacara kurang lebih tahu persis lah, ya, kurang lebih yang bermain di sana,” kata dia.

“Tapi sampai sekarang untouchable, hanya kena pinggiran-pinggiran saja. Itu suatu gebrakan sebenarnya kalau Dewas dan Pimpinan KPK bisa berikan suatu signifikansi masalah penegakan hukum korupsi,” sambungnya.

Adapun mengenai kasus Century, KPK telah menjerat mantan Deputi Bidang IV Pengelolaan Devisa BI, Budi Mulya, hingga ke pengadilan. Budi telah dihukum 15 tahun penjara. Banyaknya pihak-pihak yang dinilai bertanggungjawab dalam putusan hakim, membuat KPK mengembangkan kasus itu. Namun hingga kini belum ada tersangka baru di kasus Century.