Artikel Internasional Trendings

Pemimpin Perempuan di Bawah 50 Tahun

Ada 194 negara yang diakui secara internasional. Sebagian besar di antaranya dipimpin pria. Perempuan pun jarang memimpin pemerintahan. Berikut daftar pemimpin perempuan di dunia yang berusia di bawah 50 tahun.

Sanna Marin

Sanna Marin (Reuters /Lehtikuva/V.Moilanen

Sanna Marin merupakan perdana menteri termuda di dunia. Berusia 34 tahun, ia resmi terpilih oleh partainya pada Desember 2019 menjadi perdana menteri Finlandia menggantikan Antti Rinne yang mengundurkan diri. Sebelumnya, Marin pernah menjabat sebagai Wali Kota Tampere pada usia 27 tahun

Jacinda Arden

Jacinda Arden (AFP/.Getty Images/S.Keith)

Sejak Oktober 2017, Jacinda Arden resmi menjabat sebagai perdana menteri ke-40 Selandia Baru. Ia mulai menduduki posisi itu saat berusia 37 tahun dan menjadi perempuan kedua yang melahirkan saat menjabat.

Arden dianggap sebagai salah satu perempuan paling berpengaruh di dunia dan dipuji secara internasional atas tindakan tegasnya terhadap serangan teror Christchurch pada 2019

Sophie Wilmes

Sophie Wilmes (picture-alliance/dpa/Belga/V.Lefour)

Setelah menjabat sebagai Menteri Anggaran, Sophie Wilmes diangkat menjadi perdana menteri perempuan Belgia pertama pada akhir Oktober 2019.

Perdana Menteri berusia 44 tahun ini mengemban tugas yang sulit yakni mengumpulkan suara mayoritas dari parlemen nasional yang sangat terbagi-bagi. Wilmes berasal dari Partai MR yang liberal-sentris.

Zuzana Caputova

Zuzana Caputova (picture-alliance/AP Photo/D.Gluck)

Pada Maret 2019, Slovakia memilih Zuzana Caputova sebagai presiden. Pada usia 45 tahun, ia pun menjadi presiden perempuan pertama dan termuda Slovakia.

Pandangan politiknya ditandai oleh isu lingkungan yang kuat dan tekadnya untuk memberantas korupsi di negara Eropa tengah tersebut. Sebelum menjadi presiden, Caputova tidak pernah memegang jabatan politik.

Kolinda Grabar-Kitarovic

Kolinda Grabar-Kitarovic (Reuters/D.Sagolj)

Grabar-Kitarovic pernah menduduki beberapa jabatan di pemerintahan Kroasia dan menjadi Duta Besar Kroasia untuk Amerika Serikat. Tahun 2015, pada usia 47 tahun ia terpilih menjadi presiden perempuan pertama sekaligus termuda di negara itu.

Pada periode 2011-2014 ia menjabat sebagai Sekjen Diplomasi Publik NATO, yang membuatnya sebagai perempuan berkedudukan tertinggi dalam struktur NATO.