Entertainment Trendings

Festival Matumona, Kembali ke Asal Bersahabat dengan Alam

“Matumona” yang berarti kembali ke asal, mengenang kehidupan awal, menyucikan diri, dan bersahabat dengan alam, untuk kedua kalinya dikemas dalam agenda Festival Matumona-Muara 2019 Kabupaten Tapanuli Utara yang digelar selama tiga hari, 19-21 Desember 2019.
Gelar festival yang dirangkai dengan sejumlah kegiatan termasuk ‘Formasi Solu Bolon Hariara Sundung Di Langit’ yang bermakna sepenanggungan, searah, dan seirama berlandaskan keimanan pada Tuhan Yang Maha Esa dihelat di Pantai Libra SS Danau Toba, Desa Unte Mungkur, Kecamatan Muara, Taput.

Bupati Taput, Nikson Nababan bersama tokoh masyarakat Soaloon Simatupang, Samsul Sianturi, dan mewakili Dinas Pariwisata Provsu, serta para undangan lainnya menyaksikan giat acara adat Matumona yang dilanjutkan dengan Formasi Solu Bolon Hariara Sundung Di Langit.
Pada Formasi Solu Bolon, sepasang Solu Bolon yang dibuat dari kayu berumur lebih dari ratusan tahun dinaiki oleh rombongan bersama Bupati Nikson.
Jusman Sianturi, Ketua kegiatan festival menjelaskan, kegiatan yang digelar diwujudkan melalui partisipasi 15 Desa se-Kecamatan Muara, serta menjelaskan bahwa event tersebut akan dilaksanakan setiap tahunnya, dengan posisi ‘hasuhuton’ secara bergilir yang dimulai dari marga Simatupang, selanjutnya marga Aritonang, Siregar, dan marga-marga lainnya selaku pendatang di wilayah Muara.
“Selain itu, setiap desa di Kecamatan Muara melalui musrembangdes menetapkan untuk melaksanakan kegiatan ‘dragon boat’ atau ‘Solu Bolon’. Terimakasih atas pembinaan dan bimbingan Bapak Bupati kepada kami sehingga lebih mampu dalam mendukung pelaksanaan pembangunan ini,” ungkap Jusman.