Artikel Daerah Trendings

Cerita Kuburan di atas Pohon Sebelum diresmikan Jadi Objek Wisata

Kuburan di atas pohon merupakan makam dari Raja Ompu Siuluan atau Ompung Gasal, anak kesayangan dari Raja Oppu Datu. Kini kuburan itu diresmikan oleh Bupati Samosir Rapidin Simbolon menjadi objek wisata budaya.

Kuburan diatas pohon itu berada di Lumban Sijabat Desa Tomok, Kecamatan Simanindo. Menurut Luhut Sijabat, keturunan ketujuh belas dari Raja Oppu Datu, makam ini sudah dibangun sekitar 450 tahun yang lalu.

“Raja Oppu Datu adalah orang pertama yang membuka Dusun Lumban Sijabat. Raja Oppu Datu membangun makam ini untuk mengenang anaknya,” seperti yang dilansir dari desatomok.blogspot.com

Dalam tradisi lisan setempat, diceritakan bahwa Raja Ompu Siuluan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan adat-istiadat setempat. Ia jatuh cinta dengan istri seorang raja.

Akibat perbuatannya tersebut, sang raja melaporkan hal ini kepada Raja Oppu Datu. Namun, Raja Oppu Datu tidak percaya dengan tuduhan yang diarahkan kepada anak kesayangannya.

Untuk membuktikan kebenarannya, keempat raja “Siopat Ama” (Sidabutar, Sijabat, Siadari, dan Sidabalok) sepakat untuk membuat sebuah pengadilan menurut hukum adat Batak.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, digunakan senjata sakti (Bodil Simadang-adang) milik Raja Oppu Datu. Senjata ini dipercaya dapat mengejar orang yang dinyatakan bersalah. Karena kesaktiannya, Bodil Simadang-adang mengenai Raja Siuluan meskipun ia telah bersembunyi.

Baca juga: Festival Matumona, Kembali ke Asal Bersahabat dengan Alam

Untuk mengenang kematian anak kesayangannya, Raja Oppu Datu memerintahkan untuk melaksanakan sebuah acara pemakaman.

Ompu Gasal dikubur dalam sebuah peti batu dan di sekitarnya ditanami pohon hariara. Sekitar 350 tahun yang lalu tumbuh pohon bintatar dan jajabi di dekat peti.

Seiring berjalannya waktu, peti tersebut terangkat di atas ketiga pohon. Ketiga jenis pohon, yaitu hariara; bintatar; dan zabi-zabi/jajabi (beringin) memiliki arti masing-masing.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon meresmikan kuburan ini pada Selasa 17 Desember 2019. Bupati Samosir mengatakan pengembangan objek wisata kuburan diatas pohon selama ini belum terekspose dengan baik, padahal ini merupakan objek wisata unggulan yang berada di Kabupaten Samosir khususnya Kecamatan Simanindo.

Berkat kerja sama antara penduduk setempat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sauduran serta didukung oleh Pemerintah Daerah, kini objek wisata kuburan diatas pohon dan kampung lumban sijabat ini sudah tertata dengan baik dan sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan.

“Kita akan terus mendukung objek wisata ini sebagai salah satu lokasi pengembangan budaya dan kedepannya akan dimasukkan kedalam agenda budaya dengan menggelar saturday culture untuk lebih mempopulerkan objek wisata kuburan diatas pohon lumban sijabat ini,”kata Bupati, seperti dilansir di samosirkab.go.id