Ekonomi Entertainment Nasional Trendings

Gaji Puluhan Guru Paud di Pasaman Tak Kunjung Dibayarkan

Gaji puluhan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Nagari Pauah, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat tak kunjung dibayarkan oleh pihak Wali Nagari setempat terhitung mulai dari bulan Januari hingga Desember 2019 ini.

Ketua Gugus Paud Nagari Pauah, Ria Agustin menyebutkan hingga di hari -hari terakhir Tahun 2019 ini pun tak kunjung ada titik terang bakal dibayarkan.

“Ada 27 orang guru dari 7 Paud se Nagari Pauah, Kecamatan Lubuk Sikaping yang tak kunjung dibayarkan gajinya selama tahun 2019 ini. Sampai saat inipun gambaran akan dibayarkan juga tidak ada dari pihak Wali Nagari Pauah,” ungkap Ria Gustin, Senin (30/12/2019).

Pihaknya kata Ria Gustin sudah berkali-kali mendatangi Kantor Wali Nagari Pauah guna mempertanyakan masalah pencairan gaji puluhan guru Paud tersebut.

“Namun hingga saat ini kami hanya diberi harapan palsu. Hari ini kami datangi kantor Nagari Pauah juga dalam keadaan kosong akan pejabat Wali Nagari maupun Sekretaris Nagari. Semestinya mereka punya nurani, jangan dibiarkan nasib kami terkatung-katung seperti ini. Sudah satu tahun ini kami mengabdi tanpa ada gaji sepersenpun,” tambahnya.

Pihaknya kata Ria Gustin tidak mengetahui apa sebenarnya permasalahan yang diterpa Wali Nagari Pauah hingga tak kunjung mencairkan Gaji puluhan guru Paud itu.

“Kalau beberapa bulan lalu katanya gaji kami belum dianggarkan. Namun kemudian sudah dimasukkan pada anggaran perubahan kemarin. Tetapi nyatanya hanya guru Paud Nagari Pauh yang tak terima gaji di Pasaman ini,” katanya.

Ia memperkirakan dana gaji guru Paud yang tak kunjung dibayarkan itu mencapai puluhan juta rupiah.

“Guru ada 27 orang, masing-masing digaji sekitar Rp300 ribu. Berarti ada sekitar Rp97, 2 Juta gaji yang semestinya dibayarkan oleh pihak Nagari Pauh kepada kami sepanjang tahun 2019 ini,” katanya.

Pihaknya berharap Wali Nagari maupun Pemda Pasaman segera turun tangan menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kepada Wali Nagari kami minta untuk segera dibayarkan hak kami. Kemudian Bupati Pasaman kami minta juga turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini,” tutupnya.