Kriminal Trendings

Kisah TR, Korban Pedofil yang Melawan Penyakitnya Hingga Nafas Terakhir

Nama TR (12) menjadi tranding topik di Twitter. Setelah ditelusuri ke rumah kediamannya, TR merupakan korban kekerasan seksual dari terduga pedofil berusia 50an tahun.

Saat pertama kali Covesia bertemu TR, ia terbaring lemah di kasur tempat kontrakan barunya. Saat itu, ibu TR, (Y) mengatakan bahwa anaknya semakin turun kesehatannya apalagi setelah melakukan kemo, Rabu (27/11/2019) lalu.

Kaki kirinya terasa kaku dan yang dilakukan oleh orang tuanya ialah memasukkan air panas ke dalam botol dan menjepitkan ke kaki tersebut.

TR Mengalami kejadian tak mengenakkan itu pada pertengahan 2018 dan baru diketahui Juni 2019. Orangtuanya hanya mengira TR mengalami pendarahan saja.

Setelah keluarga tau TR mengalami hal bejat yang dilakukan tetangganya sendiri akhirnya keuarga membawa TR ke berbagai rumah sakit di Padang.

“Mulai dari Rumah Sakit Bayangkara, Rumah Sakit Tentara, Rumah Sakit Siti Hawa, Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil, Rumah Sakit Siti Rahmah, dan terakhir dibawa kembali ke RSUP M Djamil,” jelas ibunya.

Kejadian itu terjadi saat TR berjualan gorengan sepulang sekolah. “Ketika gorengan tidak habis ada rasa takut yang dirasakan TR. Saat itulah pelaku melancarkan aksinya,” ungkap Wina Wahyuni pendamping TR.

Wina mengatakan jika gorengan T tidak habis, pelaku membujuknya dan melakukan tindakan tercela tersebut. Pelaku menjanjikan kepada TR akan membeli semua gorengannya yang tersisa.

TR tidak berani mengatakan kepada siapapun tentang apa yang dialaminya, hingga ia mengalami pendarahan.

Pelaku ialah AR (50), yang berprofesi sebagai nelayan. AR kabur setelah pihak keluarga membuat laporan ke Polisi.

“Pelaku kabur tidak sendirian, namum memboyong seluruh keluarganya, 5 anak dan istrinya. Terakhir diduga pelaku berada di Pasar Usang, Padang Pariaman.

Winna mendampingi TR meminta surat rujukan ke RSUP M Djamil Padang, agar TR dapat diobati ke RSCM. Rencananya, Jumat,(29/11/2019), TR dirujuk ke RSCM.

“Kami tetap memakai jalur pribadi, tapi nanti di Jakarta, kami akan dibantu Kemenkes dan anggota DPR Pak Andre Rosiade,” sebut Winna, Kamis (28/11/2019).

Dari keterangan Wina TR sempat dirawat selama 25 hari di RSUP M Djamil pasca operasi. Untuk mengatasi pertumbumbuhan kankernya TR mengalami 2 kali kemoterapi.

TR bersama pendampingnya berangkat ke RSCM (29/11/2019). Keberangkatan tersebut ditanggung oleh komunitas Pemuda Padang Berhijrah dan donasi dari berbagai pihak.

Di Jakarta, beberapa Komunitas peduli TR yang akan menjemput. “Antaranya Ikatan Keluarga Minang, komunitas respek peduli dan masih banyak yang lainnya, juga kementerian kesehatan,” terangnya.

Selagi menjalani pengobatan di Jakarta, Polisi berhasil meringkus tersangka pedofilia AR (50) di Sungai Penuh, Kerinci, Provinsi Jambi, Sabtu (30/11/2019).

Tindakan tersangka dijerat dengan Pasal 82 Jo 76 E Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Pada Kamis (19/12/2019) Kondisi TR sudah paliatif (stadium akhir). Hal tersebut dikarenakan kanker sudah menyebar hingga ke otak dan ginjal TR, sehingga ginjal TR tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, TR harus menjalani cuci darah secara rutin 3 hari sekali.

TR hanya dipindahrawatkan ke RSUP M Djamil Padang, guna mengurangi beban keluarga. Pernah disebutkan bahwa TR akan dipulangkan pada Sabtu (21/12/2019) namun urung karena pihak RSCM harus membuar resume medis dahulu. Hingga akhirnya TR pulang dan langsung dibawa ke RSUP M Djamil, Jumat (27/12/2019).

Sementara itu, pelaku pedofil berkasnya masih menunggu kejaksaan. Kemungkinan awal tahun baru diserahkan ke jaksaan.

Hari ini Senin (30/12/2019), bocah 12 tahun menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit M Djamil Padang pada pukul 14.00 WIB.

Wina Wahyuni, pendamping TR mengatakan sebelum meninggal dunia kondisi TR sempat kritis dan dokter terus memberikan bantuan maksimal.

“Sempat mengalami kritis pada pukul 09.32 WIB, dan pukul 14.00 TR meninggal dunia,” ujar Wina Wahyuni.