Nasional Politik Trendings

Pengendara Keluhkan Jalur Palupuah-Palembayan Minim Rambu dan Penunjuk Arah

Pesatnya pembangunan akses lalu – lintas penghubung Kecamatan Palembayan dengan Palupuh merangsang pengendara memilih jalan alternatif tersebut untuk memperdekat jarak tempuh. Akan tetapi mudahnya pra sarana transportasi ini belum didukung dengan rambu-rambu yang membuat pengendara sering salah arah.

Seperti diungkapkan Lubis (29) pengguna ruas jalan yang berniat ke kota Medan, Sumut yang ragu karena tidak adanya penunjuk jalan di Bateh Sariak – Duku Palembayan. Ia pernah salah arah kerena tidak adanya petunjuk arah menuju palupuah sehingga menuju arah yang salah.

“Saya ragu, jalur ke Medan entah lurus, entah belok kanan, saya ambil saja jalur lurus, tidak lama kemudian saya bertemu dengan masyarakat dan bertanya, ternyata saya mengambil jalan yang salah,” ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com, Senin (30/12/2019).

Hal senada juga diungkapkan depit (28) warga Lubuk Basung yang mencoba memilih jalan alternatif dari palupuh ke kecamatan lubuk basung. Menurutnya meski permukaan jalan sudah lebar dan licin, tidak adanya rambu-rambu peringatan bisa memicu terjadinya kecelakaan dari dua arah.

“Disisi jalan masih banyak tikungan, tebing dan jurang, mulusnya jalan merangsang pengemudi melaju kendaraannya dengan kecepatan tinggi, tidak adanya rambu-rambu dan peringatan bisa menjadi potensi terjadinya kecelakaan,” kata depit.

Menurutnya, bagusnya pembangunan akses lalulintas harus didukung dengan rambu-rambu peringatan apalagi status jalan tersebut sudah berstatus jalan provinsi. “Kita berterima kasih kepada pemerintah, pesatnya pembangunan sangat membantu pengendara dan masyarakat untuk lancarnya perhubungan, namun kami berharap adanya fasilitas pendundukung berupa rambu-rambu agar perjalanan lebih aman,” tutupnya.