Artikel Entertainment Trendings

Gaji Tak Kunjung Cair, Guru Paud di Pasaman Merasa Dibohongi Wali Nagari

Puluhan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kenagarian Pauah, Kecamatan Lubuk Sikaping, Pasaman harus menelan kekecewaan atas gagalnya pencairan gaji hingga hari terakhir tahun 2019.

Ketua Gugus Paud Nagari Pauah, Ria Agustin kepada Covesia.com, mengungkapkan dirinya bersama rekan-rekannya merasa diberi harapan Palsu secara oleh Wali Nagari setempat.

“Kami hanya diberikan janji-janji palsu. Katanya hari ini sudah dicairkan, namun nyatanya tak ada,” kata Ria Gustin, Selasa (31/12/2019) malam.

Ria Gustin mengatakan dari Rp97,2 Juta yang semestinya menjadi hak mereka bersama 27 uru lainnya, namun hanya dianggarkan sekitar Rp35 juta.

“Kami mendapat penjelasan dari pihak Wali Nagari tadi hanya dianggarkan sekitar Rp35 Juta di perubahan kemarin. Tetapi mana dana itu, sekarang sudah tutup buku akhir tahun 2019,” katanya.

Dalam seharian kata dia mereka bersama guru lainnya sudah menunggu kepastian di Kantor Wali Nagari Pauah.

“Namun Wali Nagari, dan Sekretaris Nagari tidak ada di tempat. Kami hanya dilayani oleh stafnya. Tolonglah berjelas-jelas. Kalalu sudah dianggarkan berarti sudah menjadi hak kami, kenapa mesti ditahan-tahan seperti ini,” katanya dengan nada kesal.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Gaji puluhan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Nagari Pauah, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat tak kunjung dibayarkan oleh pihak Wali Nagari setempat terhitung mulai dari bulan Januari hingga Desember 2019.

Ada 27 orang guru dari 7 Paud se Nagari Pauah, Kecamatan Lubuk Sikaping yang tak kunjung dibayarkan gajinya selama tahun 2019 ini. Sampai saat ini gambaran akan dibayarkan juga tidak ada dari pihak Wali Nagari Pauah.

Puluhan Guru Paud itu sudah berkali-kali mendatangi Kantor Wali Nagari Pauah guna mempertanyakan masalah pencairan gaji tersebut.

Dari 27 orang guru, masing-masing digaji sekitar Rp300 ribu. Berarti ada sekitar Rp97, 2 Juta gaji yang semestinya dibayarkan oleh pihak Nagari Pauh kepada kami sepanjang tahun 2019 ini.

Sampai berita ini diturunkan, Covesia.com masih berupaya mengkonfirmasi kepada pihak Wali Nagari Pauah untuk meminta penjelasan tentang hal ini.