Daerah Internasional Trendings

Jembatan Termegah di Kabupaten Tapteng diresmikan

Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani meresmikan Jembatan Hamzah Al-Fansuri di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Jembatan yang dibangun berbiaya Rp. 52 milyar ini sepanjang 100 M x 10 M merupakan jembatan termegah yang menjadi ikon di Tapteng.

Jembatan yang bernama Hamzah Al-Fansuri itu terbentang kokoh menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Barus dan beberapa desa di Kecamatan Andam Dewi, membuka keterisolasian yang selama ini membelenggu beberapa desa-desa sekitarnya.

Jembatan yang menjadi ikon di Tapteng ini juga menghubungkan beberapa Desa, diantaranya Desa Kampung Mudik, Desa Bungo Tanjung, Desa Kinali, dan Desa Ujung Batu di Kecamatan Barus.

Jembatan Hamzah Al-Fansuri, ditabalkan dari nama seorang ulama sufi, ahli tasauf, penyair ternama dan budayawan terkemuka putra kelahiran Barus, Tapteng, Provinsi Sumatera Utara yang hidup pada sekitar abad ke 17 M.

Atas karya-karyanya di bidang budaya, seperti puisi dan prosa semasa hidupnya, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan Bintang Budaya Parama Dharma pada acara Penganugerahan Bintang Maha Putera dan Tanda Jasa di Istana Negara, pada 2013.

Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam sambutannya mengatakan bahwa sejarah telah mencatat peresmian pada 31 Desember 2019, menandai tantangan pun akan dihadapi untuk membangun Kabupaten Tapteng.

“Dulu hanyalah mimpi, hari ini kita tunjukkan, kita harus bangkit dan melawan mimpi dan hayalan itu kini menjadi kenyataan. Rp. 52 milyar kita curahkan uang untuk membangun jembatan menghubungkan 4 desa, yakni Desa Kampung Mudik, Desa Ujung Batu, Desa Bungo Tanjung, dan Desa Kinali,” kata Bupati.

Bupati juga menjelaskan alasan peresmian jembatan pada 31 Desember 2019, bahwa pihaknya ingin menggoreskan sejarah sebelum tahun 2020 Tapanuli Tengah memiliki ikon, yakni Jembatan Hamzah Al-Fansuri di Barus.

“Kami juga akan membangun Kantor Bupati Tapteng menelan biaya Rp. 95 milyar akan kita mulai pembangunannya April 2020. Kita ingin tunjukkan bahwa ada ibukota kabupaten, yakni Pandan yang selama ini tidak ada ciri-ciri ibu kota.” Katanya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Provinsi Sumatera Utara, atas bantuan Keuangan Provinsi dianggarkan pembelanjaan daerah Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2018 yang lalu. itu yang membuat ini terwujud,” ucapnya.

Setelah itu, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani dan rombongan berjalan menyisir Jembatan Hamzah Al Fansuri sepanjang 100 meter itu dan diikuti masyarakat. Dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 100 orang Anak Yatim Piatu. [Humas Kab Tapteng]