Entertainment Nasional Trendings

Mau Melihat Air Terjun Yang Indah, Datang Ke Hatonduhan, Disana Ada Banyak Air Terjun Yang Indah

Bagi pembaca yang ingin liburan bertema wisata alam rasanya cocok datang ke Simalungun, Sumut. Banyak air terjun cantik di sana serta aneka objek wisata lainnya.
Hatonduhan yang berada di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara adalah sebuah kecamatan yang memiliki pesona wisata yang sangat bagus dan menarik untuk dikunjungi. Di kecamatan ini terdapat beberapa air terjun yang setiap air terjunnya memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri.
Menurut penduduk sekitar, kecamatan ini memiliki tak kurang dari 10 buah air terjun. Namun dari sekian air terjun, baru 4 air terjun yang dikelola dan dibuka sebagai objek wisata oleh masyarakat.
Yang pertama dan yang paling terkenal adalah Air Terjun Jambuara yang berada di Desa Buntu Bayu. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 83 meter dengan air yang cukup jernih dan menyegarkan.
Lanskap alam sekitar air terjun yang dikelilingi tebing batu-batu tinggi menambah indah panorama air terjun ini. Keberadaan pohon-pohon besar di sekitar air terjun juga menambah segar pemandangannya.

Air Terjun Hatonduhan.(Foto/Net)

Selanjutnya ada Air Terjun Tonduhan yang berada di Desa Buntu Bayu, Sekilas, Air Terjun Tonduhan ini terlihat mirip dengan Air Terjun Sipiso-Piso yang ada di Tanah Karo, karena kita bisa melihat air terjun ini dari atas parkiran seperti di Air Terjun Sipiso-Piso.
Aliran air terjunnya yang deras nampak terbagi dua karena adanya batu yang menonjol di puncak air terjun yang membuatnya terlihat seperti air terjun kembar. Lalu ada Air Terjun Katasa di Nagori Bayu Bagasan.

Air Terjun Katasa.(Foto/Net)

Air Terjun ini dijuluki juga sebagai Air Terjun Kembar karena memang memiliki dua aliran yang berasal dari dua aliran sungai yang berbeda yaitu Sungai Balah dan Sungai Turunan, kedua aliran ini jauh di tempat yang sama. Namun kedua aliran ini terpisah beberapa meter dan tidak menyatu, sehingga disebut kembar yang tak sama.
Di atas air terjun ini juga terdapat sebuah jembatan ekstrem. Jembatan ini merupakan bekas rel kereta api muntik yang dicor beton. Jembatannya memiliki panjang 100 meter dengan lebar satu meter dan berada di ketinggian 80 meter. Yang menyeramkan adalah jembatannya tidak memiliki pagar pengaman padahal di bawahnya terdapat jurang air terjun.

Air Terjun Tibet.(Foto/Detik.com)

Kemudian ada Air Terjun Tibet Air yang merupakan singkatan dari Air Terjun Titi Beton. Karena di atas air terjun ini memang terdapat sebuah titi atau jembatan beton yang menjadi asal muasal nama air terjun ini. Air Terjun Titi Beton memiliki tinggi hanya 5 meter saja, namun airnya cukup bersih dan segar, bahkan terlihat berwarna hijau toska.
Itulah beberapa pesona Kecamatan Hatonduhan yang telah dikelola. Sedangkan air terjun lainnya yang ada di kecamatan ini belum dikelola dan belum diketahui wisatawan karena ketiadaan akses.
Salah satunya adalah Air Terjun Aek Naga, konon ini adalah air terjun tertinggi di Kecamatan Hatonduhan dengan ketinggian lebih dari 100 meter. Tertarik ke sana?