Daerah Ekonomi Trendings

Intip Kampung Pelangi Belawan, Destinasi Wisata Baru di Medan Utara yang Lagi Hits

Sebuah kampung yang berlokasi di utara Kota Medan, yakni Kampung Nelayan, Kecamatan Medan Belawan tengah berbenah dari yang semula kumuh, menjadi lebih berwarna.

Kampung bernama Kampung Pelangi ini akan menjadi destinasi wisata baru Kota Medan.

Kampung Pelangi yang dapat ditempuh melalui jalur penyeberangan laut selama 10 menit ini, dihuni 600 Kepala Keluarga.

Hampir seluruh rumah di kampung ini berkonsep panggung, yang mana bangunan rumah telah dicat dengan warna yang terkesan lebih ceria.

Pengunjung dapat memanfaatkan beberapa sisi kawasan Kampung Pelangi untuk mengabadikan foto yang lebih Instagrammable. Untuk datang ke sini, tak perlu khawatir.

Ada perahu nelayan yang dapat ditumpangi hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp 3.000 saja.

Kampung Pelangi dibina oleh Lantamal I/Belawan. 592 rumah di kawasan ini telah diwarnai sedemikian rupa seperti sejumlah kampung pelangi lainnya yang ada di Pulau Jawa yang sangat tersohor, seperti di Semarang maupun Malang.

Panorama Kampung Pelangi dengan sejumlah kelebihannya
Panorama Kampung Pelangi dengan sejumlah kelebihannya

Danlantamal I/Belawan Laksamana Pertama Abdul Rasyid Kachong adalah pembina kampung. Ia mengatakan upaya mewarnai kampung Nelayan ini berasal dari berbagai sumbangan swasta.

“Pengecatan dilakukan pada 591 rumah. Di dalam menjalankan program ini saya sudah berjalan kemana mana . Apabila masih di sini, jalan-jalan yang kayu akan kita diperbaiki juga. Kita juga berterima kasih pada pengusaha pengusaha yang mau berkontribusi untuk hadirnya kampung pelangi,” ujarnya.

Adanya Kampung Pelangi ini diharapkan Danlantamal I/Belawan menjadi daya tarik baru sebagai destinasi di Medan Utara.

Bahkan ia dan Forkopimda sekitar juga telah berkomitmen untuk menyediakan suvenir maupun kuliner menarik di Kampung Pelangi.

“Kita juga telah datangkan beberapa mahasiswa untuk mengolah bagaimana hutan bakau ini bisa diberdayakan, dikreasikan menjadi suvenir ataupun kuliner-kuliner yang lebih menarik nantinya,” terang Danlantamal menyebut mangrove dapat menjadi kripik dan Syrup.

Dari pusat Kota Medan, Kampung Pelangi, Belawan dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan. Masyarakat dapat menyebrang kapal di salah satu dermaga yang berada di Jalan Serma Hanafiah.

Jika kesulitan, menemukan dermaga, tak ada salahnya bertanya kepada warga sekitar, maupun prajurit TNI dan Polri yang kerap berpatroli.

Danlantamal I/Belawan memastikan warga Kampung Pelangi Belawan telah sadar kampungnya akan menjadi objek pariwisata masa depan.

Oleh karenanya ia dan jajarannya juga telah meminta masyarakat Kampung Pelangi menjaga sikap sehari hari dari hal-hal yang bersifat kriminal sehingga Kampung Pelangi dapat hidup makmur.

“Jadi di sini, ada Gapura Angkatan Laut Lantamal I/Belawan. Bukan apa-apa. Kita ingin Kampung Pelangi jauh dari orang orang yang datang untuk berbuat jahat. Begitupun juga sebaliknya warga yang menghuni kampung ini,” pungkasnya.

Camat Medan Belawan Ahmad SP menyampaikan secepatnya Kampung Pelangi Belawan akan menyajikan berbagai suvenir dan kuliner lokal, baik dari sajian seafood dan makanan olahan berbahan dasar daun bakau.

“Secepatnya ini, kita akan koordinasikan lagi ke Pak Walikota,” katanya.

Jangan takut bila berkunjung ke Belawan tak menemukan lokasi tempat nongkrong muda mudi.

Di sekitar Kampung Pelangi Belawan ini, masyarakat bakal menemui sejumlah cafe shop maupun warung seafood yang memiliki panorama pinggir laut.

Silakan berkunjung ke Kampung Pelangi Belawan, baik siang maupun malam. Jangan lupa siapkan kamera untuk mengambil gambar terbaik kalian.