Nasional Politik Trendings

Kuasa Hukum Zuraida Hanum Berniat Ajukan Penangguhan Penahanan ke Polisi

Tim Kuasa hukum tersangka pembunuhan Hakim Jamaludin, Zuraida Hanum berencana mengajukan surat penangguhan penahanan.

Hal ini disampaikan Pengacara Onan Purba kepada Tribun, Rabu (15/1/2020) lewat sambungan selular.

“Iya benar, itu masih rencananya kita akan kirimi surat penangguhan penahanan. Soal berhasil atau tidak, itu urusan nanti. Kalaupun berlanjut ke pengadilan, tentu saya akan memberikan pembelaan atas dakwaan jaksa,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan alasan permintaan penangguhan penahanan mengingat anak-anak Zuraida Khanza dan kakaknya yang masih kecil dan butuh bimbingan dari orang tua.

“Ditahannya tersangka ini kan merupakan penegakan hukum, tapi jangan karena itu pula menimbulkan kasus hukum baru yang sampai-sampai membuat anaknya jadi terlantar. Karena masih anak-anak ada yang 7 tahun dan 13 tahun dan butuh bimbingan orang tua,” tutur Onan.

Surat penangguhan tersebut direncanakan akan dimasukkan ke Polrestabes Medan setelah selesai Rekonstruksi.

“Rencana kita setelah proses rekonstruksi di lapangan ini dulu selesai. Atau setidaknya pengalihan penahanan,” ungkapnya.

Terakhir ia menyebutkan bahwa akan mendampingi Zuraida dalam konstruksi. “Kita bakal dampingi besok, sampai selesai semua proses,” pungkasnya.

Sementara Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak menyebutkan surat permintaan penangguhan belum ada diterima pihaknya. “Belum ada masuk,” cetusnya.

Seperti diketahui, ketiga tersangka kasus pembunuhan Hakim Jamaluddin, Zuraida Hanum (41), Jefry Pratama (42) dan Reza Pahlevi (29) akan menjalani rekonstruksi, besok, Kamis (16/2/2020) di Pasar Johor, TKP rumah korban di Perumahan Royal Monaco, Medan Johor dan TKP pembuangan mayat di Kutalimbaru, Deliserdang.