Daerah Nasional Trendings

Mahasiswa yang Lagi Camping Sayangkan Ada Bangkai Babi di Sungai Bah Bolon

Banyaknya ternak babi yang mati diduga akibat hog cholera, terkesan diabaikan oleh pemerintah dan bahkan bangkainya dibuang seenaknya.

Seperti pemandangan pada Sabtu sore tadi (18/1/2020), pukul 18.00 WIB, terlihat 3 bangkai babi melewati aliran Sungai Bah Bolon, tepatnya di samping Rumah Dinas Wali Kota Siantar.

Baru sekitar 5 menit hetanews.com berdiri di areal sungai yang dijadikan sebagai tempat berswafoto, dan arung jeram tersebut, tampak sudah 4 bangkai yang lewat.

Harusnya ini sudah mendapat perhatian dari pemerintah setempat, baik lurah, camat ataupun kepala daerah.

Bangkai itu menimbulkan bau yang tak sedap. Mungkin banyak bangkai babi yang dibuang ke Sungai Bah Bolon “nyangkut” di batu atau ranting yang mengalir di sungai tersebut, hingga bau yang sangat menyengat.

Apalagi pantauan wartawan, banyak mahasiswa yang melakukan camping ground di lokasi selama 3 hari untuk belajar mencintai alam dan arung jeram.

Karena pemerintah kota telah membuat lokasi ini, menjadi lokasi arung jeram, tapi tampaknya belum siap dengan kebersihan lokasi.

Seyogianya Sungai Bah Bolon yang dijadikan lokasi arung jeram bersih dan bebas dari sampah, bahkan dari bangkai binatang, hingga tidak menimbulkan bau busuk. Mahasiswa yang tergabung dari Sumatera Utara itu, merasa kecewa dengan keadaan tersebut.

“Sayang, tempatnya bagus tapi karena banyaknya bangkai babi, beberapa mahasiswa menjadi enggan untuk belajar arung jeram di sini,”kata seorang mahasiswa.

Kami datang kemari, karena sudah banyak promosi tentang lokasi ini. Tapi ternyata kotor dan bau, katanya lagi.

Dia pun berharap agar masalah ini menjadi perhatian Pemda setempat. Jika buat lokasi wisata, haruslah siap dengan sarana dan prasarana atau setidaknya bersih, harapnya.