Nasional Politik Trendings

Ganjar Pranowo: Banyak Orang Mampu seperti PNS, Dosen Gunakan LPG Subsidi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pemerintah membenahi distribusi LPG subsidi 3 kilogram, hal ini lantaran penyalurannya selama ini banyak tidak tepat sasaran.

“Memang mekanisme harus dievaluasi kalau subsidi agar tepat sasaran. Banyak kita temui orang mampu seperti PNS, Dosen gunakan LPG subsidi. Itu kan sudah salah sasaran,” kata Ganjar Pranowo, Selasa (21/1).

Dia menyebut cara penjualan tabung gas subsidi yang dilakukan secara terbuka, membuat banyak orang masih memburunya. Meski tertulis hanya untuk kalangan miskin, namun banyak orang tidak peduli.

“Sebab disperitas (perbedaan) harga antara tabung gas subsidi dan tidak sangat tinggi. Selain itu, cara menjualnya terbuka, pasti tidak tepat sasarannya. Maka seandainya ini mau pola distribusinya baik, memang harus dibenahi. Kalau tidak pasti berisiko,” jelasnya.

Maka jika pemerintah mau membenahi soal distribusi memang harus dievaluasi. Dia mencontohkan tentang permasalahan pupuk di Jateng yang sering dikeluhkan petani. Dengan memperbaiki sistem dan mekanisme melalui kartu tani, permasalahan pupuk di Jateng bisa teratasi.

“Sekarang tidak ada lagi orang menjual pupuk ke luar karena pembelinya sudah ada, ketahuan. Bahwa kemudian kuotanya kurang ya itu kita selesaikan. Maka, perbaikan sistem itu bisa dilakukan dengan kartu, identitas ataupun ketepatan potensi sasarannya,” tambahnya.

Disinggung tentang wacana penggantian subsidi berupa uang tunai, Ganjar menilai mekanismenya tetap sama. Uang tunai yang mau diberikan, harus tepat sasaran dan guna.

Menurut dia, kalau bantuan baik makanan, kesehatan, pendidikan atau LPG memang mau diintegrasikan, maka bisa dilakukan dengan pemberian bantuan berbentuk uang tunai. Dengan uang itu, masyarakat bisa menggunakan sesuai kebutuhannya.

“Nanti kamu bisa belanja, buat yang miskin satu bulan sekian peruntukannya, untuk ini silakan diatur sendiri kan lebih enak. tidak spesifik ke komoditasnya,” terangnya.

Yang terpenting lanjut dia, pemerintah sudah punya data tentang siapa yang berhak menerima bantuan, tinggal sistemnya yang diperbaiki agar bisa dioperasikan.

“Siapa yang sebenarnya harus menerima subsidi LPG 3 kg. Itu di sudah ada tempelannya untuk orang miskin, maka sebenarnya penerimanya bisa diintegrasikan, katakan penerima PKH, Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar. Ambil saja orang tuanya. Paling gampang anggota PKH. Kalau kemudian penerima itu yang boleh tinggal menunjukkan saja identitasnya maka itu selesai,” tutupnya.