Nasional Trendings

Kejari Siantar Terima Berkas Pengedar 200 Kg Ganja dari Aceh

Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar menerima tahap 2, penyerahan tersangka dan barang bukti, kasus pengedar ganja dari Aceh.

“Penyerahan tersangka dan barang bukti, Senin (20/1/2020), diterima tim jaksa dari Kejatisu Yusnar Yusuf, Anwar Ketaren dan Abdul Hakim Sori Muda,” kata Christianto Situmorang SH, ketika ditanya wartawan, Selasa (21/1/2020).

Berkas diserahkan ke Kejari Siantar, karena penangkapan dan tindak pidana tersebut, terjadi di wilayah hukum Siantar.

Ke- 5 tersangka juga bertempat tinggal di kota Siantar, kata Christianto yang juga sebagai JPU yang akan menyidangkan perkara tersebut.

“Segera berkas perkaranya akan kita limpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan. Segala perkembangan pemeriksaan perkara, persidangan akan dikoordinasikan dengan tim JPu dari Kejatisu (sebagai laporan),”ucapnya.

Adapun ke-5 tersangka, yaitu, Andi Putra als Andi (36) dan terdakwa Irma Dinata (26), warga yang sama, di jalan Tambun Timur Gang PJKA, Kelurahan Tambun Nabolon. Tersangka Jhon Freddy Pangaribuan (46), warga jalan Ahmad Yani, Kecamatan Siantar Timur, Ahmad Hani Simatupang (54) dan Budi Hutapea als Obot (34), masing – masing penduduk jalan Medan Km7,5 Tambun Nabolon.

Secara singkat kronologi penangkapan terhadap 5 tersangka, berawal dari penangkapan tersangka Irma Dinata yang disuruh tersangka Andi untuk mengubur ganja 4 Kg, di kolong rumahnya. Sedangkan Andi, sempat melarikan diri, dan akhirnya berhasil ditangkap, pada 8 November 2019, lalu, di jalan Patuan Nagari, Gang Kinantan, Kelurahan Baru Siantar.

Sindikat peredaran ganja ini, berhasil dibongkar BNN Sumut.

Tersangka Andi dan Budi Hutapea als Obot, bersama 3 DPO (Tanjung, Dedek dan Bembeng), sebelumnya membeli ganja 200 Kg dari Aceh, sesuai pesanan Dedi, warga Lampung.

Uang pembelian dikirim Dedi ke rekening tersangka, Jhon Freddy, sebanyak Rp4 juta. Lalu Dedi juga mengirimkan uang Rp1 juta ke rekening Andi saat berada di Aceh yang telah merental 2 mobil untuk mengambil ganja.

Lalu ganja dibawa ke Siantar dan dibawa ke rumah tersangka Ahmad Ifani Simatupang, dengan cara dikubur selama 3 hari. Lalu sebanyak 15 Kg dijual kepada temannya, Ahmad seharga Rp10 juta.

Petugas menyita 138 bungkus ganja kering yang dilakban, dengan rincian 4 bungkus dan 134 bungkus.

Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis 114 (2), 112 (2) dan pasal 111 (2) UU RI No 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati atau hukuman seumur hidup, jelas Christianto.