Nasional Politik

Pengamat : Hasto Harus Dicopot Dari Sekjen PDIP

Kemelut yang menimpa PDIP akibat kasus suap yang diduga melibatkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto harus disikapi bijak oleh partai itu. PDIP harus mampu mengelola situasi saat ini dengan baik dan tidak justru memperkeruh suasana.

Pengamat Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menyatakan, salah satu sikap bijak yang pantas untuk dipertimbangkan adalah dengan menonaktifkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

“PDIP memang harus bertindak bijak. Dan yang paling mudah untuk tidak memperkeruh suasana adalah sebetulnya nggak harus diganti Sekjennya. Tapi bisa non aktif misalnya, mas Hasto,” katanya dikutip Indopolitika.com Sabtu (25/1/2020).

Menurut Hensat, sapaan akrabnya, PDIP bisa menunjuk pelaksana tugas (Plt) pengganti Hasto. Apalagi Hasto sudah hadir memenuhi undangan KPK untuk diperiksa. Kehadiran Hasto itu tentu sangat positif bagi penanganan kasus yang saat ini sedang ditangani KPK.

“Tapi kalau mau cepat selesai, mas Hasto harusnya non aktif dulu. Itu akan lebih baik buat mas Hasto dan PDIP,” ungkap pendiri Lembaga Survey Kedai Kopi itu.

Meski PDIP sedang menghadapi badai, Hensat tidak yakin akan berdampak di Pilkada langsung tahun ini. Dukungan masyarakat terhadap calon yang diusung PDIP tidak akan berkurang. Sebab, PDIP termasuk dalam partai dengan basis massa yang fanatik.

“Gak ada (pengaruh kasus Hasto terhadap Pilkada langsung). PDI Perjuangan selama nama Bung Karno masih baik maka akan baik baik saja partai ini,” katanya.