Kriminal Nasional Trendings

Polisi Tetapkan Dua ASN di 50 Kota Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Transmigrasi 

Polres Limapuluh Kota menetapkan dua ASN Pemkab Limapuluh Kota sebagai tersangka kasus korupsi Proyek Transmigrasi tahun anggaran 2012 silam. Korupsi yang merugikan negara senilai Rp 900 juta ini melibatkan pejabat Kabupaten Limapuluh Kota berinisial AZ dan MLV. Keduanya saat ini ASN aktif Pemkab Limapuluh Kota.

“Penetapan dua tersangka ini setelah kami melakukan gelar perkara seminggu yang lalu. Saat kasus ini terjadi, dua ASN ini menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial dan Transmigrasi dan PPK proyek di Nagari Gelugur, Kecamatan Kapur IX tahun anggaran 2012,” sebut Kapolres Payakumbuh, AKBP Sri Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Anton Luther kepada wartawan, Rabu (29/1/2020).

Dalam kasus ini, AKP Anton menyebutkan masih ada kemungkinan tersangka akan bertambah. Namun hal tersebut tergantung dari hasil pemeriksaan kedua tersangka saat ini.

“Untuk tersangka tambahan ada kemungkinannya. Tapi kita lihat bagaimana perkembangan ke depan dan hasil pemeriksaan dua tersangka ini terlebih dahulu,” ungkapnya.

Saat ini, kedua tersangka tengah di periksa oleh penyidik tipikor Polres Limapuluh Kota. Sedangkan saksi-saksi yang lain akan dilakukan penjadwalan untuk pemeriksaan.

Sebelumnya, di tahun 2010 kementerian tenaga kerja dan transmigrasi mengalokasikan anggaran untuk pembangunan 200 rumah di Kenagarian Gelugur untuk masyarakat terkena dampak gempa bumi dan letusan gunung api di tanah air. Proyek ini dianggarkan Rp 3,7 M, namun dalam perjalanan proyek tidak selesai. Malah terjadi penggundulan hutan seluas ratusan hektar di Nagari Gelugur.

Kasus ini pun naik di tahun 2015 silam. Namun terkendala dalam pemeriksaan BPKP yang cukup lama. Barulah di akhir tahun 2019 pemeriksaan BPKO selesai dan perkara ini bisa kembali berlanjut.