Daerah Peristiwa Trendings

Hari Keenam Pencarian, 11 Nelayan yang Hilang di Air Haji-Pessel Masih Belum Ditemukan

Pencarian 11 nelayan yang dilaporkan hilang di Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) hingga kini Selasa (4/2/2020) masih belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Padang, Asnedi melalui Humas Jody Harryawan mengatakan, pencarian 11 orang ABK di Air Haji yang hilang belum ditemukan sampai sekarang ini.

Bahkan katanya, hari ini adalah hari ke-6 proses pencarian 11 korban yang hilang pasca kecelakaan kapal akibat angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi pada Rabu (29/1/2020) lalu.

“Hari ini hari ke-6 pencarian, sesuai SOP besok hari terakhir pencarian korban, dan sekrang satupun korban belum dapat ditemukan,” katnya saat dihubungi Covesia.com melalui telepon seluler, Selasa (4/2/2020)

Ia menuturkan, proses pencarian yang dilakukan oleh Tim yang terdiri dari Basarnas Padang, Basarnas Bengkulu, Basarnas Mentawai, BNPB, Polisi, Satrol Air Padang, TNI AD, Dinas Perikanan dan Kelautan, tim kesehatan, Orari Pessel, nelayan dan masyarakat sekitar masih belum membuahkan hasil.

Dalam melakukan proses pencarian hari ini katanya, Tim gabungan menggunkan 6 armada pencarian yaitu, lima kapal melalui akses laut dan satu Helikopter melalui darat.

“Sejak pagi tadi, lima kapal pencarian sudah bergerak, dan proses pencarian difokuskan ke dua titik perairan. Pertama, ke arah perairan Bengkulu Muko-muko dan kedua ke arah perairan sikakap Mentawai, dan sampai kini masih belum ada tanda-tanda ditemukan, “ujarnya

Kendati demikian katanya, jika hari besok Rabu (5/2/2020) 11 nelayan yang hilang belum ditemukan, maka pihaknya dari Sar akan menghentikan proses pencarian sesui dengan SOP yang berlaku yaitu selama tujuh hari.

“Kita lihat saja besok. Jika tidak ditemukan juga, maka kita tunggu dulu rapat evaluasi dari kantor Sar Padang. Seandainya, ada penambahan waktu pencarian, maka akan ditambah 3 hari lagi. Namun, jika tidak ada, maka proses pencarian akan dihentikan,” ujarnya lagi.

Lanjutnya, untuk proses pencarian hari ini, ia berharap membuahkan hasil dengan menemui tanda-tanda keberadaan korban. Sesuai, dengan harapan kita bersama.

“Muda-mudahan kita bisa menemukan korban sebelum hari terakhir besok. Dan kita juga meminta doa dan dukungan seluruh masyarakat dan keluarga korban, supaya 11 korban dapat ditemukan oleh Tim kita,” tutupnya.

Diketahui, dua kapal bagan di Air Haji yaitu, KMP Mitra Utama dan KMP Kasih Ibu tenggelam akibat angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi di wilayah perairan Pessel, pada Rabu (29/1/2020) lalu.

Dimana, KMP Mitra Utama yang memiliki 10 ABK hilang kontak. Sebelum hilang kontak, kapal tersebut sempat melakukan komunikasi bahwa mereka berada di perairan perbatasan Indropuro dengan Muko-muko, Bengkulu.

Namun, tidak lama kemudian KMP Mitra Utama dengan 10 ABKnya, hilang kontak dan belum berhasil ditemukan satu orangpun sampai sekrang.

Sementara, kapal KMP Kasih Ibu, dengan 14 ABK juga mengalami kecelakaan yang sama pada kejadian itu.

Tapi, dari 14 orang ABK, 13 orang berhasil ditemukan dan diselamatkan oleh nelayan lain. Sedangkan satu orang ABK lagi belum juga dapat ditemukan sampai hari ini.