Nasional Peristiwa Trendings

Tak Terdaftar Asuransi, 139 Nelayan yang Alami Kecelakaan Laut di Pessel Tak Akan Terima Ganti Rugi

Dinas Perikanan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) mengatakan, sebanyak 139 nelayan yang mengalami kecelakaan laut, pada Rabu (29/1/2020) lalu, belum satupun terdaftar asuransi nelayan.

“139 nelayan yang mengalami kecelakaan kapal kemarin itu, belum satupun memiliki asuransi atau terdaftar sebagai asuransi nelayan di Pessel,”sebut Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan,Dinas Perikanan, Firdaus pada Covesia.com Selasa (4/2/2020).

Menurutnya dari 139 korban yang mengalami kecelakaan di daerah itu mereka berada di KecamatanLinggo Sari Baganti, Koto XI Tarusan, Batangkapas dan Sutera.

“30 orang nelayan di Lingo Sari Baganti, 31 nelayan Batangkapas, 57 Koto XI Tarusan dan 21 orang lagi di Sutera,”jelasnya

Menurutnya, dengan tidak terdaftarnya sebagai peserta asuransi, 139 orang nelayan yang mengalami kecelakaan itu terpaksa harus menanggung resiko sendiri karena pemerintah tidak menjamin soal ganti rugi yang dialami oleh nelayan.

“Jadi, asuransi sangat penting bagi nelayan. Padahal, setiap tahun kecelakaan seperti ini sering terjadi. Tetapi, masih banyak yang tidak tertarik pada program asuransi,”ujarnya.

Lanjutnya, berdasarkan catatan dan data yang diterimanya kerugian, kecelakaan kapal akibat angin kencang dan gelombang tinggi pada Rabu (29/1/2020) lalu diperkirakan mencapai Rp4,4 miliar.

“Diperkirakan kerugian kerusakkan kapal yang dialami nelayan, baik ringan, sedang dan berat mencapai Rp 4,4 miliar,”pungkasnya

Berdasarkan data sementara dari Dinas Perikanan total untuk kerugian kapal, 5 unit bagan dan 1 kapal tonda di Linggo Sari Baganti. 4 unit kapal bagan dan satu perahu jongkong di Batangkapas.

Lalu di Tarusan sebanyak 4 unit bagan, dan di Sutera 1 unit bagan dan 1 kapal tonda. Sedangkan, untuk korban jiwa sendiri 11 orang ABK masih belum ditemukan, dan 1 orang di Sutera dinyatakan meninggal setelah ditemukan.