Entertainment Nasional Trendings

Rudiawan Sitorus : Pariwisata Medan Butuh Kreatifitas

Pariwisata Kota Medan saat ini masih belum terlihat geliatnya, padahal Medan yang merupakan destinasi menjanjikan di Sumatera Utara diharapkan mampu menyuguhkan pariwisata yang berkualitas sehingga diperhitungkan di kancah nasional dan internasional.

Melihat kondisi pariwisata Kota Medan hari ini,Anggota Komisi III DPRD Medan Rudiawan Sitorus mengungkapkan kalau pariwisata Kota Medan butuh kreatifitas.

” Hasil studi banding kita ke Provinsi Bali, saat ini mereka sudah mampu mendatangkan wisatawan dari Timur-Tengah. Padahal sebelumnya Bali yang dikenal terbuka sangat tidak mungkin dikunjungi warga dari Timur-Tengah yang sangat religius,” jelasnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPRD Medan dengan Dinas Pariwisata Kota Medan, Senin (10/02/2020)

Rudiawan melihat, ada kesungguhan para pengelola pariwisata di Bali meyakinkan para pelancong Timur-Tengah untuk menikmati wisata di Bali.

“Ini menjadi bukti kalau mereka (Bali-red) sungguh sungguh menyediakan pariwisatanya sesuai dengan keinginan warga Timur-Tengah,” ucapnya.

Dijelaskannya, apa yang dilakukan Bali patutlah menjadi contoh, dimana dengan kreatifitasnya mereka mampu meyakinkan wisatawan asing datang berkunjung ke Bali.

“Begitu juga Medan, perlu kreatifitas dalam mengelola pariwisatanya. Seperti pengelolaan Fauna di lokasi pariwisata, serta promosi ke luar negeri,” jelasnya.

Politisi PKS Kota Medan ini menyinggung potensi wisata mangrove di Kota Medan yang belum maksimal dalam pengelolaannya. “Wisata mangrove misalnya, perlu dikelola sekreatif mungkin dengan menghadirkan fauna seperti monyet atau penangkaran Buaya sehingga lebih bervariatif,” jelasnya.

Dengan adanya kreatifitas di pariwisata Kota Medan diharapkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini bisa lebih meningkat.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriono mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan promosi tahunan kenluar negeri sampai 2018. Untuk 2019 program ini tidak dilakukan karena adanya efesiensi anggaran.

“Tahun 2020 ini kembali dianggarkan namun, namun karena adanya surat dari Kementrian Dalam Negeri dan Pariwisata agar tidak melakukan perjalanan ke luar negeri karena kekhawatiran soal virus Corona,” jelasnya.