Internasional Peristiwa Trendings

Virus Corona Paksa Nissan Tutup Pabrik di Jepang

Nissan menyusul sebagai manufaktur mobil yang akan menutup sementara salah satu pabriknya akibat tidak dapat memperoleh suku cadang dari China.

Pihak perusahaan akan menghentikan produksi selama dua hari pada pabrik di Jepang yang membuat mobil model Serena dan X-Trail.

Berbagai perusahaan global mobil sedang mengalami gangguan serupa akibat sebagian besar dari sektor manufaktur China yang sedang mengalami masa isolasi, atau lock down, akibat wabah virus corona yang mematikan.

Pekan lalu, Hyundai menutup pabriknya di Korea Selatan untuk sementara akibat kekurangan suku cadang dari China.

Faktanya, banyak perusahan-perusahan manufaktur mobil terbesar di dunia berhadapan dengan masalah kekurangan persediaan akibat pabrik-pabrik di China yang tutup.

China merupakan pusat manufaktur dunia dan bagian utama rantai pasokan global untuk industri otomatif. Sebagian besar komponen utama dibuat di China. Hubei, provinsi tempat wabah virus corona pertama kali dimulai, merupakan pusat manufaktur mobil yang utama.

Pekan lalu, Fiat Chrysler juga mengatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menghentikan produksi di salah satu pabriknya di Eropa karena kesulitan dalam mendapatkan suku cadang dari China. Perusahaan itu adalah salah satu perusahaan yang mengandalkan ekspor dari China.

“Hanya dibutuhkan kekurangan satu bagian saja untuk menghentikan seluruh barisan produksi,” kata Mike Dunne, seorang konsultan industri otomotif di Asia.

Banyak pabrik, termasuk pabrik mobil, yang semula direncanakan untuk dibuka kembali pada hari Senin, setelah liburan Tahun Baru China yang diperpanjang. Beberapa telah memulai kembali beroperasi, namun sebagian lain tetap ditutup akibat keputusan pihak berwenang maupun kekurangan pekerja. Nissan mengharapkan untuk memulai kembali produksi di China pada 17 Februari.

Dalam sebuah pernyataan, Nissan mengatakan: “Akibat kekurangan pasokan suku cadang dari China, Nissan Kyushu di Jepang akan menerapkan penyesuaian produksi sementara pada Februari 14 dan 17.” Pernyataan itu juga menggarisbawahi bahwa pabrik-pabrik lainnya di Jepang tidak akan terdampak.

Nissan adalah bagian dari kerja sama strategis antara Prancis dan Jepang yang juga mencakup Renault dan Mitsubishi.

Sejumlah perusahaan manufaktur mobil lainnya memperpanjang masa penghentian operasi mereka. Diantaranya, PSA, yang membuat Peugeot dan Citroen, mengatakan akan menutup pabrik mereka hingga Jumat.

VW, BMW, Toyota dan Honda mengatakan akan membuka kembali pabrik-pabrik di China pekan depan.

Sementara itu, perusahaan suku cadang asal Prancis, Valeo, mengatakan tiga pabrik mereka yang berada di kota Wuhan akan tetap ditutup hingga setidaknya 13 Februari.

Dengan begitu banyak manufaktur suku cadang yang tutup di China akibat wabah, kondisi ini diperkirakan akan berdampak besar pada industri otomotif.

Provinsi Hubei, yang merupakan lokasi pusat wabah, masih dikarantina. Sementara Honda, General Motors, dan Dongfeng Motor masing-masing memiliki pabrik yang berlokasi di wilayah tersebut. Salah satu dari pabrik kerja sama China milik Honda berada di Wuhan, yang merupakan ibukota Hubei.

Pekan lalu, Suzuki mengatakan kemungkinan akan memperoleh suku cadang dari luar China akibat kekhawatiran bahwa wabah tersebut dapat mengganggu produksi di India, yang merupakan pasar terbesarnya.