Nasional Trendings

Hakim PN Medan Tegur Penghubung KY Sumut

Medan – Asisten Kantor Penghubung Komisi Yudisial (KY) Sumut membidangi Sosialisasi Kelembagaan dan Kerjasama Antar Lembaga Muhrizal Syahputra ditolak hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan pantau persidangan.

Pasalnya, peristiwa ini terjadi saat digelarnya sidang di Ruang Kartika, Kamis (20/2/2020) Diketuai Majelis Hakim Irwan Efendi dalam perkara penipuan penggelapan dengan terdakwa Mandalasah Turnip dengan agenda sidang pembacaan tuntutan.

“Kita mendapatkan penolakan sebelum-sebelumnya tidak pernah begini jauh sebelum ini sudah konfirmasi ke Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Medan yang baru,” kata Muhrizal Syahputra kepada wartawan di PN Medan usai mendapatkan penolakan.

Muhrizal menyebutkan sudah biasa melakukan pemantauan persidangan sesuai amanat Undang-Undang sebagai tindakan preentif.

“Kita kan biasa melakukan pemantaun preentif,

tidak ada aturan seperti itu di Komisi Yudisial bahwasannya memberi tahukan pemantauan. Karenakan Komisi Yudisial itu bekerja berdasarkan Undang-Undang jadi memantau persidangan itu tugas KY,” ucap

Muhrizal Syahputra.

Petugas KY Wilayah Sumut ini mengungkapkan

penolakan yang dialami berbentuk pelarangan mengambil rekaman dan foto.

“Jadi kami dilarang merekam persidangan kemudian mengambil foto sebelum ada disposisi atau koordinasi dengan KPN, kata ketua majelis nya seperti itu, jadi ini kan baru kami ketahui,” ujar Syahputra.

Ia pun menegaskan akan melaporkan kejadian penolakan pemantauan kepada pengawas kehakiman.

“Kami akan sampaikan peristiwa ini ke biro pengawasan hakim bahwa ada penolakan diawal, sebelum ada izin Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Medan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Hakim Irwan Efendi yang di konfirmasi wartawan membantah melakukan penolakan atas pemantauan yang dilakukan Komisi Yudisial.

“Bukan penolakan, supaya melapor ke ketua, itu kan merekam, memfoto itu menurut Surat Edaran Mahkama Agung (SEMA) yang baru, harus izin ketua,” sebutnya.