Ekonomi Peristiwa Trendings

In Absensia, Hakim Tipikor Vonis Account Officer Bank Syariah Mandiri Divonis 9 Tahun

Medan – Majelis Hakim Tipikor PN Medan, secara in absensia menjatuhkan vonis 9 tahun penjara kepada terdakwa Nurhadi (38) , Account Officer PT Bank Syariah Mandiri Cabang Gajah Mada, Medan, karena memberi pinjaman fintif kepada anggota Koperasi Pertamina UPMS-I Medan sebesar Rp 24,8 miliar lebih.

Putusan, disampaikan Hakim Ketua Irwan Efendi dengan hakim anggota Mian Muthe dan Deni Iskandar dalam persidangan terbuka untuk umum di ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (21/2) tanpa dihadiri terdakwa Nurhadi (DPO)

Selain itu.Terdakwa juga dikenai hukuman denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Namun tidak dikenai mengganti kerugian negara Rp24.804.178.121,85. Sebab seluruh uang pinjaman itu, dikuasai oleh Kepala Koperasi Pertamina, Khaidar Aswan (sidang terpisah).

Meski tanpa dihadiri terdakwa (inabsensia) sidang digelar sebagaimana mestinya, yang dihadiri tim Penasihat Hukum (PH) terdakwa dimotori Advokat M. Amri dan juga dihadiri tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Firman Halawa dkk dari Kejatisu.

Menurut majelis hakim dalam amar putusannya, terdakwa terbukti bersalah, secara bersama-sama dengan ketua koperasi pertamina Khaidar Aswan serta Waziruddin (DPO) selaku kepala cabang Bank Syariah Mandiri cabang Gajah Mada Medan, merekayasa dokumen pengajuan kredit tanpa diketahui anggota koperasi Pertamina.

Dalam permohonan kredit disebutkan uang itu untuk dipinjankan kepada anggota koperasi Pertamina. Namun nyatanya dipinjamkan kepada pihak yang bukan anggota koperasi, sehingga pinjaman itu dinilai fiktif, ungkap majelis hakim dalam amsr putusannya.

Akibat perbuatan terdakws bersama-sama dengan Khaidar Aswan dan Waziruddin, maka negara dalam hal ini, PT Bank Syariah Mandiri Cabang Gajah Mada mengalami kerugian sebesar Rp 24.804.178.121,85.

Menurut majelis hakim, hal yang meringankan tidak ditemukan, sedangkan hal yang memberatkan terdakwa melarikan diri dan merugikan keuangan negara.

Berdasarka fakta-fakta yang terungkap dipersidangan, terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 2 UU No 31 tahun 1999 dan perubahannya UU No 20 tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Putusan majelis hakim lebih ringan dibanding tuntutan JPU Firman Halawa dkk yang menuntut terdakwa 12 tahun penjara denda Rp 300juta subsider 3 bulan kurungan.

Vonis Khaidar Aswan

Sebelumnya, majelis yang sama menjatuhkan vonis 5 tahun penjara denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan kepada Ketua Koperasi Karyawan Pertamina UPMS,-1 Medan, Khaidar Aswsn, karena terbukti bersalah mengajukan kredit fiktif ke Bank Syariah Mandiri Cabang Medan Gajah Mada.

Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan Nurhadi (38) Account Officer PT Bank Syariah Mandiri Cabang Gajah Mada (DPO) dan Waziruddin, Kepala cabang Bank Syariah Mandiri cabang Gajah Mada Medan (DPO), sehingga negara dirugikan sebesar Rp 24,8 miliar lebih.

Selain kurungan, Khaidar juga diwajibkan mengganti kerugian negara sebesar Rp 12 miliar subsider 2 tahun kurungan.

Khaidar terbukti bersalah melanggar pasal 2 UU No 31 tahun 1999, sebagaimana dirubah UU No 20 tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi.

Perlu diketahui, putusan 5 tahun kurungan, denda Rp 300juta subsider 3 bulan kurungan, dan membayar pengganti kerugian negara 12 M subsider 2 tahun kurungan merupakan vonis ketiga yang diterima oleh pria berusia 57 tahun ini.

Sebelumnya, tahun 2016, khaidar telah divonis 11 tahun penjara karena mengajukan kredit fiktif ke BRI Agro Cabang Pembantu jalan S Parman Medan sebesar Rp 16,7miliar, denda Ro 500juta subsider 8 bulan. Tekait uang pengganti kerugiam negara, disita hatta bendanya, termasuk 2 SPBU.

Kemudian mantan senior supervisor aset Pertamina ini juga telah dihukum 4 tahun penjara dalan perkara pengeplang pajak senilai Rp 8,6 M. Selain hukuman kurungan, Khaidar juga didenda tiga kali Rp 8,6 M, subsider 3 bulan kurungan.