Entertainment Internasional Trendings

Mahkota Ethiopia Abad Kedelapanbelas Pulang dari Belanda ke Kampung Halamannya

Sebuah mahkota abad kedelapanbelas asal Ethiopia dikembalikan ke kampung halamannya setelah tersembunyi selama 20 tahun dalam sebuah apartemen di Belanda.

Warga Ethiopia bernama Sirak Asfaw, yang kabur ke Belanda di akhir dekade 1970-an, menemukan mahkota itu tahun 1998 dalam sebuah koper pengunjung rumahnya.

Ia sadar bahwa mahkota itu adalah hasil curian dan meminta si pemilik koper untuk menyerahkan mahkota kepadanya.

Sirak yang bekerja sebagai konsultan manajemen kemudian berkeputusan melindungi makkota itu sampai kemudian ia memberitahu sejarawan dan kepolisian Belanda akan temuannya ini tahun lalu.

Hari Kamis (19/02) Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed menerima mahkota itu, yang diketahui merupakan satu dari 20 mahkota yang ada di dunia.

Mahkota ini menggambarkan Yesus Kristis, Tuhan dan Roh Kudus serta dua belas rasul pengikut Yesus. Diduga mahkota ini diberikan kepada gereja oleh panglima perang Welde Sellase beberapa ratus tahun lalu.

Dalam sebuah cuitan PM Abiy mengatakan ia sangat berterimakasih kepada Sirak dan pemerintah Belanda atas pengembalian “mahkota berharga” itu.

Sirak Asfaw meninggalkan Ethiopia tahun 1978 lari dari tekanan politik rezim Komunis, Derg, yang berkuasa tahun 1974.

Rezim ini sempat melancarkan rangkaian teror yang dikenal dengan nama Teror Merah yang menyebabkan ratusan ribu orang tewas atau melarikan diri.

Sirak menjadi pengungsi di Rotterdam dan menampung pengungsi Ethiopia di apartemennya sepanjang 1980-an hingga 1990-an.

Salah satu pengunjung apartemennya ini membawa koper yang di dalamnya tersimpan mahkota tersebut.

“Kebanyakan orang tak peduli pada warisan budaya, tapi saya setia pada Ethiopia,” katanya kepada BBC dalam wawancara tahun lalu.

Sirak mengkonfrontir si pembawa mahkota dan berkeras bahwa mahkota itu tak boleh dibawa, kecuali seandainya dikembalikan ke Ethiopia.

Si pembawa mahkota setuju, dan mahkota itu dipegang oleh Sirak.

Sirak kemudian mencari bantuan di forum-forum internet tanpa hasil berarti. Akhirnya ia memutuskan untuk menyimpan mahkota itu sampai ia yakin mahkota itu aman.

“Situasinya cukup mencekik bagi saya karena tak tahu apa yang harus dilakukan dan kepada siapa harus meminta bantuan atau menyerahkan mahkota itu,” katanya. “Dan tentu saya juga khawatir Pemerintah Belanda menyitanya”.

“Saya pasang alarm di seluruh apartemen saya karena benar-benar takut!”

Ketika Abiy Ahmed yang reformis menjadi perdana menteri tahun 2018, Sirak merasa ini merupakan waktu yang tepat untuk mengembalikan potongan sejarah negaranya ini kembali ke Addis Ababa.

Ia menghubungi Arthur Brand, yang dikenal sebagai “Indiana Jones dunia seni”, untuk membantunya mengembalikan mahkota ini.

“Saya jelaskan kepadanya, kalau bukan mahkota ini yang hilang, saya yang hilang – kalau kejadiannya begini terus,” katanya kepada BBC.

Dengan sepengetahuan kepolisian Belanda, Brand kemudian menyimpan mahkota ini di fasilitas penyimpanan yang aman.

Seorang ahli memastikan keamanannya dan Brand memutuskan langkah terbaik adalah untuk mengumumkan keberadaan mahkota itu.

“Ini benda yang luar biasa. Besar sekali. Kasihan orang yang harus memakainya karena dalam dua jam saja, lehernya pasti kesakitan,” katanya.

Sirak dan Brand kemudian menunggu agar pemerintah Ethiopia mengontak pihak berwenang Belanda untuk merencanakan pengembalian mahkota itu.

“Saya ingin mahkota ini jadi simbol persatuan dan kebersamaan,” kata Sirak. “Mahkota ini akan dirayakan oleh kita semua, warga Ethiopia bahkan orang Afrika”.