Daerah Nasional Trendings

Terdampak Banjir, Warga Tanjung Mulia Hilir Protes PT HK

Medan Deli – Sejumlah warga Kelurahan Tanjung Mulia Hilir mengajukan protes akibat terdampak pembangunan jalan tol Medan- Binjai yang melintasi pemukiman warga terakhir membuat banjir di Lingkungan 22, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kec.Medan Deli, Selasa (25/02/2020).

Mediasi persoalan dampak pembangunan jalan tol tersebut diikuti oleh Lurah Kelurahan Tanjung Mulia Hilir diwakili Seklur Masudan Batubara, pihak PT HK, Kanit Intelkam Polres Pelabuhan Belawan Butar-butar, dan warga lingkungan 22 Kel.Tanjung Mulia Hilir.

Menurut Man Siagian (61) warga Lingkungan 22, jarak rumahnya rumah dengan tembok peyangga jalan tol sangat dekat sehingga sangat mengganggu kenyamanan.

“Siang dan malam kami terus was-was dengan tembok penahan tersebut. Bayangkan jarak antara rumah dengan tembok jalan hanya 2 meter,” ungkap Opung Siagian.

Lain halnya, Sihombing (47) dampak dari pembangunan jalan tol kepada warga adalah menimbulkan banjir. Bahkan yang dulunya sebelum ada lokasi jalan tol, genangan air bisa cepat surut. Namun setelah adanya jalan tol setiap hujan kawasan warga di Tanjung Mulia Hilir tergenang oleh banjir.

“Selain drainase tak memadai, pemukiman kami selalu dilanda banjir karena adanya proyek jalan tol itu,” ucap Sihombing.

Terpisah, Kepling 22 Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Dedy Sukendi, kawasan Lingkungan 22 selalu banjir karena selain menjadi ujung pembuangan limbah warga, drainase tak menampung debit air yang besar.

Pihak PT Hutama Karya Alianafiah Harahap, warga tidak perlu cemas dengan tembok penahan jalan tol yang telah dibangun, karena bangunan telah ada standar kekuatannya.

“Warga tak perlu khawatir karena kekuatan tembok penahan jalan telah bisa diuji ketahanannya dan tak mungkin rubuh,” ucapnya.

Disinggung terkait perbandingan titik aman jarak antara jalan tol dengan pemukiman warga, Alianafiah Harahap tak dapat menjawab.