Kriminal Trendings

Terdakwa Kasus ITE Penyebaran Video Porno Minta Maaf Dalam Persidangan

Medan – Andry Retrianto terdakwa kasus ITE kasus penyebaran video hubungan suami istri dengan saksi korban Sari Ayu Monica, meminta maaf kepada keluarga korban maupun kepada keluarganya sendiri.

Hal ini dilakukan setelah pemeriksaan saksi-saksi dipersidangan yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa.

Dalam sidang itu, Ketua Majelis Hakim, Syafril Batubara menanyakan kenapa terdakwa nekad menyebar vidio hubungan suami istri yang telah di screen shut kepada beberapa nomor Whatsapp?, terdakwa hanya tertunduk dan mengatakan karena ia merasa cemburu.

“Cemburu aku sama dia pak,”ooo cemburu ya kata Hakim Syafril. Tapi itu ngak benarkan, dan buktinya dia setiakan apalagi kalian sudah mengenalnya dari SMP.

Jadi ada rasa menyesalnya kau buat kayak gitu, kalau dia pacar mu ya dilindungilah dan jangan diperlakukan seperti itu.

“Ayo minta maaf sana, sama keluarga korban dan keluarganya,”perintah syafril. Mendengar itu terdakwa langsung mendatangi keluarga korban sembari meminta maaf.

Namun baru saja duduk dikursi terdakwa, majelis kembali mendatangi memerintah terdakwa untuk meminta maaf kepada keluarganya.

“Kau minta maaf juga sama orangtua mu, kau sudah bikin malu ayo sana minta maaf,” tegur majelis hakim sembari terlihat terdakwa menyalami keluarganya maupun keluarga korban.

Dalam sidang itu, majelis menanyakan maunya kah bertanggungjawab dengan pacarmu itu?, nah bagaimana dengan pihak keluarga?, apakah ini bisa diselesaikan.

Lalu terdakwa mengatakan iya dan begitu kedua kedua keluarga baik terdakwa maupun korban juga menyatakan diselesaikan secara kekeluargaan.

Karena kalau ini berdamai, pasti ini bisa mengurangi atau meringankan hukuman terdakwa.

Usai mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa, maka persidangan ditunda hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pembacanan tuntutan oleh JPU Randi Tambunan.

Sebagaimana dalam dakwaan, Berawal pada bulan Agustus Tahun 2018 terdakwa menjalin hubungan dengan saksi Sari Ayu Monica sejak bulan Oktober dan berakhir pada tanggal 15 September 2019 dan pada tanggal 26 September 2019 sekira pukul 10.00 wib saksi menerima kiriman video dan pesan melalui media sosial whatsapp dengan kata “ Maaf ya bang, mau kuhapusi semua selebihnya gatau yang dia ditawar sejuta, dua juta sama bos bos dia di toko roti tu” dan selanjutnya saksi mengkonfirmasi kepada kedua orang tua saksi.

Bahwa pengiriman dan penyebaran konten yang melanggar kesusilaan tersebut yaitu pada tanggal 26 September 2019 sekirapukul 10.00 Wib di Dusun 1 Jl. Pringgan No. 191, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang yang dilakukan oleh terdakwa dengan menggunakan media sosial Whatsapp nomor 082160602774.

Dan Konten yang melanggar kesusilaan tersebut dikirimkan kepada Saksi NANDA DIKI FRASTAMA melalui dengan nomor whatsapp 085277923352, dan FANDI WILLI YANTO dengan nomor whatsapp 082294014734, dimana Nanda dan Fandi adalah abang kandung korban.

Dan kedua saksi pun mengenal dengan akun Whatsapp dengan nomor 082160602774 yaitu terdakwa ANDRY RETRIANTO adalah mantan pacar saksi dan pertama kali mengenal terdakwa ketika Saksi duduk di bangku SMP.

Bahwa Konten yang dikirimkan dan disebarkan oleh Pemilik akun Whatsapp dengan nomor 082160602774 atas nama ANDRY RETRIANTO tersebut berupa video sedang melakukan hubungan seperti suami istri antara Saksi dengan terdakwa ANDRY RETRIANTO pada sebuah kamar hotel yang dilakukan pada saat kami masih berstatus berpacaran.

Dan saksi mengetahui dan dalam keadaan sadar pada saat dianya merekam video tersebut, dan dianya mengatakan bahwa video tersebut direkam hanya untuk konsumsi pribadi dan lucu-lucuan dan berjanji akan menghapus video tersebut setelahnya.

Namun setelah kami putus hubungan ternyata dianya masih menyimpan video bermuatan pornografi tersebut dan mengirimkan serta menyebarkan video tersebut kepada abang-abang Saksi.

Bahwa vidio yang dibuat dan direkam oleh terdakwa ANDRY RETRIANTO dan Saksi tidak mengetahui secara pasti sudah berapa kali Saksi sudah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan terdakwa Andry Retrianto

Namun Perbuatan tersebut semuanya terdakwa lakukan sendiri, sehingga atas perbuatan terdakwa saksi merasa keberatan dan melaaporkan ke Kantor SPKT Polda Sumut agar diproses

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam Pidana melanggar Pasal 27 ayat (1) Jo. Pasal 45 ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE.