Kesehatan Trendings

WHO : 4.300 Warga Terinfeksi Corona Virus di Seluruh Dunia

Penyebaran cepat virus yang bersumber di China dengan sebutan resmi “virus corona baru” telah menulari puluhan ribu warga China dan menyebar ke sekitar 50 negara dengan hampir 3.000 korban jiwa sejauh ini.

Inilah sejumlah grafik penyebaran virus corona untuk membantu Anda memahami apa yang terjadi sejauh ini.

Hampir 80.000 orang di China tertular virus corona yang secara resmi disebut Covid-19 – sejak virus itu ditemukan di kota Wuhan, Provinsi Hubei pada Desember lalu.

Walaupun mayoritas kasus infeksi pernafasan yang menyebabkan gejala seperti pneumonia, tetap ada di China, virus itu kini tersebar lebih cepat di luar China saat ini.

Virus corona telah menjangkiti 4.300 orang di seluruh dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun, pakar penyakit menular Imperial College di London memperkirakan dua pertiga kasus Covid-19 yang berasal di China daratan masih belum terdeteksi di seluruh dunia.Ini dapat berarti “rantai penularan antar manusia belum terdeteksi” kata mereka.

Tiga wabah terbesar di luar China yang terdeteksi terjadi di Korea Selatan dengan 2.000 kasus, di atas kapal pesir Diamond Princess yang bersandar di Yokohama, Jepang dengan lebih dari 700 orang tertular, serta Italia dengan lebih dari 640 kasus.

Wabah ini juga menyebar ke Amerika Selatan dengan Brasil mengumumkan negara Amerika Latin pertama hari Kamis (27/02) dan kasus pertama di Afrika dipastikan di Aljazair, Mesir dan Nigeria. Selandia Baru juga telah memastikan kasus pertama.

Di Eropa, Australia, Kroasia, Yunani, Norwegia, Swiss, Georgia dan Macedonia Utara telah melaporkan kasus pertama, sementara penularan lain dilaporkan di Spanyol, Prancis dan Jerman.Di Pulau Tenerife, Spanyol, sekitar 1.000 tamu dikarantina di hotel setelah seorang dokter Italia dan istrinya dites positif.

Pemerintah negara-negara Eropa meningkatkan persiapan di tengah lebih banyak lagi kasus yang terdeteksi.Presiden Prancis Emmanual Macron memperingatkan epidemi virus corona di Prancis tak bisa dihindari.

Meningkatnya jumlah kasus setiap hari menimbulkan kekhawatiran bahwa wabah ini dapat menjadi pandemi – kondisi di mana penyakit menular menyebar dengan cepat dari manusia ke manusia di banyak tempat di dunia.

Penyebaran telah mencapai “tingkat menentukan” dan memiliki “potensi pandemi”, kata Direktur WHO, Dr Tedros Ghebreyesus.

Dr Tedros mendesak semua negara untuk bertindak cepat menangkal virus.”Ini saatnya bukan untuk takut, tapi waktu untuk bertindak mencegah penularan dan menyelamatkan orang,” katanya.

Negara-negara di dunia berupaya untuk menekan penyebaran wabah.Banyak yang meminta warganya untuk menghindari perjalanan ke China dan negara-negara lain yang ditemukan kasus virus.

Ada pula negara yang memasang pemindai khusus untuk penumpang yang berasal dari negara-negara yang terjangkit virus.

Pasar modal di seluruh dunia jatuh tajam menyusul kekhawatiran bahwa pembatasan perjalanan akan menghambat bisnis.Amerika Serikat telah menetapkan wabah itu sebagai kondisi darurat kesehatan masyarakat, sementara Inggris menyebutnya sebagai “ancaman serius kesehatan masyarakat.

Jepang menutup semua sekolah.WHO menetapkan krisis kesehatan dunia pada tanggal 30 Januari lalu.Korea Selatan, Italia dan Iran mencatat peningkatan kasus dalam beberapa hari terakhir dan Korea Selatan tercatat sebagai yang terparah setelah China.

Wabah di Korea Selatan dikaitkan dengan kelompok agama di kota Daegu, dengan penduduk sekitar 2,5 juta jiwa.

Sementara itu di Italia, pemerintah telah menetapkan sejumlah langkah menekan penyebaran virus. Masih belum jelas mengapa virus corona bisa masuk negara itu.

Di Italia utara, 11 kota yang disebut sebagai pusat penyebaran – dengan jumlah penduduk total 55.000 orang – dikarantina.

Sekolah, universitas dan bioskop ditutup dan sejumlah acara dibatalkan.Beberapa negara termasuk Aljazair, Denmark, Romania dan Spanyol menyebutkan wabah di negara itu terkait dengan Italia.

Sementara itu Iran memastikan sejumlah kasus virus, sebagian besar di kota suci Qom, di selatan Tehran.Para pejabat Iran meminta warga untuk tidak pergi ke Qom namun tempat suci Syiah di kota itu belum ditutup.

Pemerintah juga mengatakan tidak ada rencana untuk mengkarantina kota-kota di tengah kekhawatiran sejumlah pihak terjadinya epidemi di kawasan itu.

Penularan di Iran terkait dengan kasus di sejumlah negara tetangga seperti Afghanistan, Bahrain, Irak, Kuwait, Oman dan Pakistan.

Menanggapi kondisi ini, banyak negara tetangga Iran mengumumkan penutupan sementara perbatasan dengan negara itu.

Sementara itu, Arab Saudi juga mengumumkan penutupan sementara perbatasan negara itu.Negara kerajaan itu juga untuk sementara waktu menangguhkan pemberian visa umrah.

Para peneliti medis dan ilmuwan mengatakan terlalu dini untuk memperkirakan bagaimana virus itu menyebar dan memperkirakan tingkat kematian, karena antara lain kasus yang kurang begitu parah masih belum diuji.

Sejauh ini belum ada perawatan antivirus untuk virus corona, dan mereka yang tertular baru ditangani perawatan gejalanya.