Nasional

Peringati Internasional Women Day, Jaringan Peduli Perempuan Sumbar Tolak RUU Diskriminatif

PortalSumber.com– Dalam rangka memperingati Internasinal Women Day jaringan peduli Perempuan Sumbar menggelar aksi menolak peraturan deskriminatif. Ada 2 rancangan undang-undang yang harus ditolak yakninya RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law.

“Setelah dipelajari, banyak dari RUU tersebut yang menyengsarakan rakyat ke depan. Tidak berpihak kepada rakyat khususnya ketenagakerjaan kemudian ketidakberpihakan pada lingkungan,” ungkap Indira Suryani Wakil Direktur LBH kepada wartawan, Minggu (8/3/2020).

Lebih lanjut, Indira mengatakan RUU yang patut ditolak ialah RUU ketahanan Keluarga.

“Alasan kami menolak karena mendostifikasi pekerjaan perempuan hanya di dalam rumah. Ketika negara terlalu represif terhadap relasi suami istri di rumah tangga ini terkesan gila dan aneh,” jelasnya.

Indira berpendapat, harusnya urusan moral bisa diselesaikan rakyat, dan pemerintah memberi peraturan yang adil. Bukan merepresi perempuan pergi ke ruang publik.

Lahirnya Ruu penghapusan tindak kekerasan seksual dikarenakan ini memiliki pemulihan terhadap korban.

“Kebijakan jika tidak dirubah akan menindas kehidupan ke depan. Jika penindasan terjadi menimbulkan efek kemiskinan. Angka kekerasan meningkat di mulai ranah rumahnya sendiri,” jelasnya.

Dikatakan Indira RUU ketahanan keluarga ini merepresi teman-teman perempuan. “Ini sangat diskriminatif. Harusnya kesetaraan ditingkat malah di mundurkan kembali,” ujarnya.

Ia juga menambahkan RUU cipta kerja tidak mendukung teman-teman perempuan salah satunya ketiadaan cuti melahirkan.

Ke depan kami hanya perempuan pekerja hanya ditempatkan sebagai kontrak tak ada jaminan sosial.

“Permerintah harusnya tidak membuat peraturan yang menyulitkan masyarakatnya,” jelasnya.

Ia mengatakan, pemerintah jangan diam terhadap yang kami lakukan. “Jika terus didiamkan, rakyat dapat melakukan pembangkangan lainnya,” ujarnya.