Kriminal Nasional

Sakit Hati Karena Dipecat, Buruh Bangunan Nekat Curi Motor Kepala Tukang

PortalSumber.com – Sakit hati karena dipecat seorang buruh bangunan di Desa Air Santok, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumbar, nekat mencuri sepeda motor kepala tukangnya.

Kapolres Kota Pariaman, AKBP Andry Kurniawan membenarkan kejadian tersebut, bahwa katanya peristiwa itu terjadi pada Selasa (10/3) lalu sekitar pukul 16.00 WIB.

“Namun saat ini untuk pelaku pencurian itu sudah kami amankan, yaitu dengan pelakunya atas nama Asdi (37) warga Desa Kajai, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman,” sebut Andry dalam rilisnya pada Kamis (12/3/2020).

Lanjut Andry, pelaku tersebut ditangkap dengan laporan polisi: LP/45/B/III/2020/SPKT Polres Tanggal 10 Maret 2020 tentang pidana pencurian sepeda motor.

“Pelaku tersebut mengambil sepeda motor kepala tukang itu, karena sakit hati dipecat olehnya,” katanya.

Dikatakan Andry, sepeda motor itu diambil pelaku di tempat korban bekerja, dan sepeda motor itu diambil saat korban sedang bekerja.

“Diketahui hilang oleh korban, ketika ia berhenti untuk istirahat hendak salat Ashar,” katanya menjelaskan kronologisnya.

Andry menyebutkan, pelaku ini mengambil sepeda motor korban beserta kunci dan STNKnya yang tersimpan dalam dompet milik korban yang tersimpan di kantong celana milik korban tergantung di tempat korban bekerja.

“Karena mengetahui sepeda motornya hilang, korbanpun melaporkan kejadian itu kepada kami. Setelah mendapatkan laporan itu, kamipun melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari saksi yang berada di lokasi,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi dari masyarakat yang melihat, bahwa benar pelaku tersebut yang mengambil sepeda motor korban tersebut. Setelah itu pihak kepolisian mendatangi rumah pelaku itu dan mengamankannya.

“Kepada kami pelaku mengakui mengambil sepeda motor itu, dengan alasan karena sakit hati dipecat oleh korban di hari sebelumnya,” sebutnya.

Kemudian, karena perbuatannya pelaku disangkakan dengan pasal 362 tentang tindak pidana pencurian, dengan ancaman hukumannya penjara paling lama lima tahun.