Kesehatan Nasional Trendings

Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Ada Selama Pandemi Covid-19

Angka positif COVID-19 di Bali tak lebih dari 200 kasus, tepatnya 133 per 16 April 2020, 16:05 WIB. Berbeda dengan DKI Jakarta yang jumlah kasus positifnya mencapai 2.670 kasus. Wilayah lain di Pulau Jawa pun angkanya di atas 200 kasus.

Tidakkah Anda heran melihat angka ini? Padahal kita tahu bersama Pulau Bali, tempat yang cukup banyak didatangi maupun ditinggali warga asing. Angka kematian akibat COVID-19 di Pulau Dewata pun hanya 2 kasus, jauh dibandingkan yang terjadi di Pulau Jawa.

Narasi ini diangkat pertama kali oleh media asing Asia Times, asal Hong Kong. Mereka mempertanyakan mengapa Bali minim kasus COVID-19 padahal banyak warga asing tinggal di sana. Berita itu berjudul ‘Bali’s mysterious immunity to Covid-19’, tayang pada 14 April 2020. Penulisnya adalah John McBeth.

Didapati fakta lain yaitu Bali tak mengalami lonjakan kasus, rumah sakit tak meluap, pun kremasi yang tidak dilakukan secara massal atau besar-besaran. Padahal, jumlah masyarakat di Bali mencapai 4,2 juta jiwa.

Warga asing yang menetap di Bali ikut memberikan pernyataannya. Menurut Jack Daniels, Bali tak mengalami lonjakan kasus COVID-19. “Saya tak mendengar adanya lonjakan kasus di sini. Kematian yang terjadi, 2 orang, pun salah satunya adalah warga Ingris yang sudah memiliki masalah kesehatan sebelumnya,” ungkapnya.

Fakta lapangan yang diterima media asing ini antara lain, 4 krematorium yang berada di Denpasar tak menerima ‘orderan’ yang ramai. Selain itu, rumah sakit swasta di Bali menerima alat tes, namun rujukan hanya dilakukan pada dua atau tiga kasus.

Lebih lanjut, menurut laporan Asia Times, jumlah wisatawan China yang datang ke Bali sempat meningkat di Januari, sekitar 3%. Padahal, di bulan itu Wuhan me-lockdown provinsinya karena wabah terus meluas. Luar biasanya lagi, Bali masih menerima wisatawan China hingga 5 Februari.

Meski begitu, Bali tetap merasakan dampaknya. Industri pariwisata di sana menurun drastis, bahkan lebih anjlok dibandingkan karena kasus bom Bali beberapa tahun silam.

Menurut Asosiasi Hotel dan Restoran Indonesia, terdapat 270 hotel tutup dari jumlah total 1.149 hotel secara keseluruhan. Bali Hotel Associations pun memberikan pernyataan, 170 hotel di antara yang tutup adalah hotel bintang empat dan lima.

Lantas, bagaimana ini bisa terjadi? Apakah warga Bali kebal virus corona? Tidak ada yang bisa memastikan hal tersebut. Blogger Rio Helmi yang merupakan salah seorang narasumber yang diwawancarai Asia Times pun menjelaskan tak memiliki fakta mengenai hal tersebut. “Saya juga bingung karena itu tidak masuk akal,” terangnya.

Sementara itu, Okezone coba mewawancarai salah seorang pelaku seni yang menetap di Legian, Bali, Arya Yudarista. Ia punya pandangan, minimnya kasus positif COVID-19 di Bali karena adanya peraturan yang tegas, bukan hanya dari pemerintah pusat dan daerah tapi dari hukum adat dan juga pemangku agama. (sumber: okezone.com)