Artikel Ekonomi Nasional Trendings

Wabah Corona, Bagaimana Nasib Proyek Hyundai di RI?

Jakarta – Kereta rel listrik akan tetap beroperasi selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Manager External Relations PT Kereta Commuter Indonesia, Adli Hakim, mengatakan operator akan semakin memperketat pembatasan bagi penumpang yang menggunakan layanan transportasi kereta rel listrik (KRL).

“PT KCI sebagai operator KRL Commuter Line akan melakukan pembatasan sebagaimana yang telah ditetapkan sesuai aturan PSBB dan semakin diperketat dengan dukungan berbagai pihak,” kata Adli dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 April 2020.

Menurut dia, sejak PSBB diberlakukan di wilayah DKI Jakarta pada 10 April lalu, operator telah melakukan berbagai langkah untuk menekan penyebaran virus Corona, baik di dalam kereta maupun di stasiun. Salah satu upaya ialah mengubah jam operasional menjadi pukul 06.00-18.00 WIB dengan keberangkatan pertama dari wilayah penyangga Jakarta pukul 05.00 WIB. Dalam keadaan normal, PT KCI beroperasi mulai pukul 04.00-20.00 WIB.

Sejumlah marka terkait pembatasan sosial telah terpasang di stasiun. Petugas akan mengarahkan penumpang kereta untuk antre saat membeli atau mengisi ulang tiket, pengecekan suhu tubuh, masuk gerbang, hingga menunggu kereta di peron.

PT KCI, kata Adli, juga telah menyediakan wastafel di area stasiun beserta cairan pembersih tangan atau hand sanitizer. Ia mengatakan sejumlah stasiun telah dilengkapi dengan pos kesehatan dan ruang isolasi.
Di dalam kereta, pembatasan sosial berjalan dengan menerapkan batas maksimum penumpang, di mana satu gerbong hanya dapat mengangkut 60 orang. Satu tempat duduk panjang dapat diisi oleh maksimum empat orang dan tempat duduk prioritas maksimum diisi dua orang.

Penumpang kereta yang berdiri juga diberi jarak dan tak boleh berhadapan. Marka untuk membantu penumpang menjaga jarak satu sama lain, tutur Aldi, telah terpasang. “Petugas akan semakin menegaskan aturan jaga jarak, untuk itu para penumpang kami mohon untuk dapat bekerja sama mengikuti arahan dari petugas demi kesehatan bersama,” tutur dia.

Adli mengatakan kebersihan fasilitas kereta juga menjadi perhatian. Setiap gerbong kereta selalu disemprot menggunakan cairan disinfektan setiap hari setelah selesai beroperasi. Adapun selama kereta beroperasi, ucap Aldi, lantai gerbong juga rutin dipel.

Begitu juga dengan pegangan tangan dan tiang yang selalu dibersihkan dengan cairan disinfektan. Pembersihan juga dilakukan di area stasiun. “Kalau pegangan tangga, eskalator, gate, tombol lift, itu sembilan kali setiap hari,” tutur Adli.

Tak berhenti sampai di situ. Operator mendapat bantuan dari TNI dan Polri untuk menertibkan penumpang bila terjadi antrean di stasiun. “Alhamdulillah kemarin diperkuat lagi dengan kehadiran TNI berupa BKO Marinir dan dari 74 personel Brimob Polri,” kata Adli.

Mereka, sebut Adli, tersebar di 10 stasiun yang tergolong ramai, seperti di seluruh stasiun dari Bogor sampai Depok, Stasiun Duri, Tebet, Tanah Abang, dan Manggarai.
Strategi berikutnya selama penerapan PSBB ialah menambahkan perjalanan pada jam keberangkatan awal dan akhir untuk mengurai antrean dan konsentrasi pengguna. “Agar physical distancing semakin bisa diterapkan,” tutur dia. (sumber: tempo.co)