Gejala Gagal Ginjal Akut, Pakar Farmasi Minta Orangtua Setop Pakaikan Diapers pada Anak


portalsumber.com – Tingginya angka kasus gagal ginjal akut hingga menyebabkan ratusan anak di Indonesia meninggal dunia tengah menjadi sorotan sejumlah pihak.

Salah satu pihak yang menyoroti fenomena tersebut adalah Pakar farmasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Zullies Ikawati.

Baca Juga [related by=”category” jumlah=”2″ mulaipos=”1″]

Berdasarkan keterangannya, terdapat sejumlah gejala yang perlu diwaspadai oleh para orangtua terkait penyakit gagal ginjal akut pada anak.

Adapun, beberapa gejala itu di antaranya adalah demam dalam 14 hari terakhir, ISPA atau infeksi dalam saluran pernapasan. Kemudian, gangguan saluran pencernaan dan volume urine yang berkurang.

Zullies meminta agar para orangtua segera membawa anaknya untuk menjalani perawatan di rumah sakit, jika gejala – gejala tersebut muncul.

Baca Juga [related by=”category” jumlah=”2″ mulaipos=”4″]

“Ada perberatan terkait dengan infeksi batuk dan lainnya, sudahlah itu langsung ke sana (rumah sakit). Kemudian nanti ketemu ureum dan kreatininnya tinggi, jelas akan dipastikan lagi Covid-nya atau apa,” katanya dalam YouTube Kanal Pengetahuan Farmasi UGM, dikutip pada Senin, 24 Oktober 2022.

“Masih terus kita lakukan karena sekarang masuk lagi varian yang lain. Rumah sakit harus tetap menegakkan itu. Kalau ternyata tidak (Covid-19), pastikan pantau volume urine itu,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Zullies pun menegaskan bahwa anak-anak yang tidak mengalami sejumlah gejala tersebut tidak perlu dirawat di rumah sakit.

Baca Juga [related by=”category” jumlah=”2″ mulaipos=”7″]

Para orangtua hanya diminta untuk melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap frekuensi buang air kecil dan volume urin anak-anak mereka.

“Mungkin tidak ada indikasi rawat, tetapi di rumah tetap dipantau ya, orangtuanya diminta untuk memantau volume urine di rumah. Urinnya kira-kira selama 12-24 jam itu seberapa,” ucapnya.

Lebih lanjut, Zullies menyarankan agar para orangtua tidak memakaikan popok kepada anak mereka yang memiliki gejala – gejala gangguan ginjal akut.

Baca Juga [related by=”category” jumlah=”2″ mulaipos=”10″]

“Kalau sudah tidak urinasi, kalau yang agak sulit karena sekarang pada pakai diapers , itu harus ditengok,” tuturnya.

Zullies menyebut, hal itu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui adanya proses urinasi atau tidak pada anak mereka.

“Atau malah mumpung di rumah, mumpung kondisi sedang sakit dan saat sekarang ini jangan pakaikan dulu. Karena harus tahu kira-kira dia urinasi atau tidak,” katanya.

Sebagai informasi, angka kasus penyakit gagal ginjal akut pada anak di Indonesia telah meningkat drastis sejak Agustus 2022, lalu.

“Kasusnya meningkat sejak Agustus 2022. Memang kasus gagal ginjal pada situasi normal terjadi tidak pernah tinggi, sebulan biasanya satu hingga lima kasus, tapi kami lihat di Agustus, naik 36 kasus,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.