Labrak Pramugari, Keluarga Ini ‘Diusir’ dari Pesawat Usai Liburan di Bali


portalsumber.com – Keluarga ini habis senang-senang dari Bali. Begitu mau pulang, mereka diusir dari pesawat karena cekcok dengan pramugari.

Dikutip dari Australia News, sebuah keluarga pulang liburan dari Bali menuju Sydney menggunakan penerbangan Qantas. Keluarga ini terdiri dari seorang ayah, ibu, balita, dan bayi.

Baca Juga [related by=”category” jumlah=”2″ mulaipos=”1″]

Entah bagaimana awalnya, si ayah adu mulut dengan salah satu pramugari dalam penerbangan itu. Si ayah tampaknya tidak bisa mengendalikan emosi dan menjadi sangat marah hingga berteriak. Sampai-sampai dia membuat penumpang di kabin tegang.

Seorang pramugari yang berada di belakang pria ini, mulai merekam pertengkaran tersebut.

Rupanya, setelah ditelusuri, si ayah memarahi pramugari karena membuat istrinya menangis.

Baca Juga [related by=”category” jumlah=”2″ mulaipos=”4″]

Pria itu meminta pramugari tersebut untuk meminta maaf pada istrinya. Tetapi, pramugari merasa permintaan itu terlalu berlebihan. Dia pun menolaknya

“Mereka membuatnya (sang istri) menangis, apalagi dia sedang menggendong bayi yang baru lahir yang juga menangis,” begitulah kalimat yang ditunjukkan dalam video.

Pertengkaran itu makin panas. Si pramugari meminta pria itu untuk berhenti marah-marah dengan menggunakan isyarat tangan. Tetapi, si ayah tetap nyerocos dan malah menantang pramugari.

Baca Juga [related by=”category” jumlah=”2″ mulaipos=”7″]

“Coba saja untuk memaksa kami keluar dari pesawat, kami tidak akan pergi,” katanya.

Pria ini terus menantang pramugari, sampai-sampai meminta mereka untuk membawa polisi naik ke kabin. Sang pramugari pun mengabulkan permintaannya.

Ada hal yang perlu diingat, pramugari berwenang penuh untuk mengusir penumpang jika diperlukan.

Baca Juga [related by=”category” jumlah=”2″ mulaipos=”10″]

Keluarga pria ini pun ‘dipaksa’ untuk keluar penerbangan, tak peduli apakah itu bersangkutan dengan bayi atau tidak.

“Keamanan pelanggan dan kru kami adalah prioritas nomor satu kami dan kami tidak mentolerir segala jenis perilaku kasar. Kami meminta pelanggan untuk mengikuti arahan kru demi keselamatan dan kenyamanan semua orang di dalam pesawat,” kata juru bicara Qantas.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.